Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN ANTARA SANITASI, HIGIENE DAN HOUSEHOLD AIR POLLUTION DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO, KECAMATAN SEMARANG UTARA

AMALINA, AZRA ANIQAH NUR (2025) HUBUNGAN ANTARA SANITASI, HIGIENE DAN HOUSEHOLD AIR POLLUTION DENGAN KEJADIAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDARHARJO, KECAMATAN SEMARANG UTARA. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of REPO AZRA.pdf] Text
REPO AZRA.pdf - Published Version

Download (560kB)

Abstract

Latar Belakang: Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia. Prevalesi stunting di Indonesia pada 2024 sebesar 19,8%, masih jauh dari target nasional 14% yang seharusnya dicapai pada 2024 sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021. Kecamatan Semarang Utara yang termasuk wilayah pesisir berada di peringkat pertama dengan kasus stunting tertinggi di Kota Semarang dengan prevalensi mencapai 28,8%. Stunting di wilayah ini perlu mendapatkan perhatian khusus yang mana berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan. Penelitian ini meneliti faktor sanitasi, higiene dan Household Air Pollutiion yang diduga memiliki hubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah Kerja Puskesmas Bandarharjo, Kota Semarang.
Metode: Penelitian ini dilakukan di wilayah operasional Puskesmas Bandarharjo di Kabupaten Semarang Utara dan melibatkan ibu-ibu dari anak-anak usia di bawah lima tahun. Penelitian ini menggunakan teknik observasi analitik dengan desain kasus-kontrol. Variabel yang dievaluasi melalui observasi, wawancara, dan pengukuran langsung meliputi akses air minum, sumber air bersih, kepemilikan jamban sehat, sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan limbah, personal hygiene, cuci tangan pakai sabun, paparan asap rokok, konsentrasi particulate matter (PM₂.₅ dan PM₁₀), bahan bakar memasak, suhu, kelembaban, air flow dan pecahayaan. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square melalui SPSS.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sarana pembuangan sampah dengan nilai (p = 0,046 ; OR = 2,443 ; 95% CI = 1,088-5,485), sarana pembuangan sampah dengan nilai (p = 0,001; OR = 7,855 ; 95% CI = 3,312–18,625) dan kebiasaan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) dengan nilai (p = 0,021; OR = 4,295 ; 95% Cl = 1,319-13,984) dengan kejadian stunting pada balita. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sanitasi dan higiene yaitu sarana pembuangan sampah, sarana pembuangan limbah dan penerapan CTPS memiliki hubungan dengan kejadian stunting. Perlu adanya upaya perbaikan dan pengawasan terkait sarana prasarana kebersihan pemukiman dan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur CTPS yang benar.

Kata kunci: stunting, sanitasi, household air pollution

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Public Health
Divisions: Faculty of Public Health > Department of Public Health
Depositing User: endah nurkhayati
Date Deposited: 29 Dec 2025 06:49
Last Modified: 29 Dec 2025 06:49
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42804

Actions (login required)

View Item View Item