HAKIM, BAGAS RAHMAN (2025) EFEKTIVITAS KENAIKAN TARIF CUKAI TEMBAKAU DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN NEGARA DAN PENGURANGAN JUMLAH PEROKOK DI INDONESIA TAHUN 2019-2024. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIMcover.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM1.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (394kB) | Request a copy |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM2.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM3.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (248kB) | Request a copy |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM4.pdf - Published Version Download (440kB) |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIM5.pdf - Published Version Download (119kB) |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIMdakpus.pdf - Published Version Download (121kB) |
|
|
Text
S_AP_BAGAS RAHMAN HAKIMlam.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (386kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kenaikan tarif cukai
tembakau terhadap dua indikator utama, yaitu jumlah perokok dan pendapatan
negara dari Cukai Hasil Tembakau (CHT) di Indonesia selama periode 2019–2024.
Kebijakan kenaikan cukai yang dianalisis merujuk pada Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) No. 109/PMK.010/2022 yang diberlakukan mulai tahun 2022.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang
diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Laporan Keuangan Pemerintah
Pusat (LKPP). Data dianalisis menggunakan uji independent sample t-test.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang
signifikan terhadap jumlah perokok sebelum dan sesudah kenaikan tarif cukai,
dengan nilai signifikansi sebesar 0,270 dan ukuran efek yang kecil. Sebaliknya,
terdapat perbedaan yang sangat signifikan terhadap pendapatan negara dari CHT,
dengan nilai signifikansi sebesar 0,005 dan effect size yang sangat besar.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orientasi utama kebijakan
cukai selama periode penelitian masih lebih condong pada peningkatan penerimaan
negara. Agar tujuan pengendalian konsumsi dapat tercapai secara optimal,
diperlukan penguatan strategi non-fiskal seperti edukasi publik, pengawasan rokok
ilegal, serta reformasi struktur tarif cukai agar tidak mendorong konsumen
berpindah ke produk yang lebih murah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | cukai tembakau, jumlah perokok, pendapatan negara, kebijakan fiskal, perilaku konsumen. |
| Subjects: | Economics and Business > Accounting |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Taxation |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 01:56 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 01:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
