Maruto, Sania Nadianisa and Nugroho, Trilaksana and Rahmi, Fifin Luthfia and Astuti, Fatimah Dyah Nur (2025) PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN VITAMIN C ORAL DAN FENITOIN TOPIKAL TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIS DAN MAKROSKOPIS PENYEMBUHAN LASERASI KORNEA Studi Eksperimental pada Tikus Putih strain Sprague-Dawley Model Laserasi Kornea Partial-thickness. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
Full text not available from this repository. (Request a copy)Abstract
Latar Belakang: Laserasi kornea adalah masalah kesehatan mata serius yang mengakibatkan penurunan penglihatan. Tingginya angka komplikasi pasca perbaikan laserasi kornea membutuhkan terapi adjuvant untuk optimalisasi kesembuhan. Vitamin C dan fenitoin dikenal memiliki peran dalam proses penyembuhan luka.
Tujuan: Mengevaluasi pengaruh pemberian suplemen vitamin C oral dan/atau fenitoin topikal terhadap gambaran makroskopis dan histopatologi penyembuhan laserasi kornea partial-thickness pada tikus Sprague-Dawley.
Metode: Studi eksperimental dengan randomized post-test only control group design menggunakan 28 tikus Sprague-Dawley model laserasi kornea Partial-thickness yang dibagi menjadi kelompok kontrol, vitamin C oral, Fenitoin topikal, dan Kombinasi. Kornea tikus dievaluasi pada hari ke-10 secara makroskopis untuk kekeruhan kornea dan histopatologis (HE dan Masson Trichrome) untuk kepadatan kolagen, derajat edema dan susunan kolagen. Uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney U, dan One-Way ANOVA dilanjutkan Uji Tukey.
Hasil: Kekeruhan makroskopis kornea grade 0 di kelompok Vitamin C oral 57%, Fenitoin Topikal 71% dan Kombinasi 71%. Terdapat perbedaan signifikan kepadatam kolagen antara kelompok perlakuan dengan kontrol (p = 0,012), derajat edema (p = 0,006) dan susunan kolagen (p = 0,041). Kepadatan kolagen Kelompok Fenitoin topikal 45,05±7,65% (p=0,029) dan Vitamin C oral 45,43±6,23 (p=0,008) signifikan lebih padat dari kontrol. Grading kornea Normal kelompok Fenitoin topikal (71,4% ) dan kelompok kombinasi (85.7% )menunjukkan adanya pengaruh signifikan dalam mencegah edema kornea dibanding kontrol (p <0,0083). Susunan kolagen Grade 0 di Kelompok Vitamin C oral dan Kombinasi 57,1% (p=0,004), sedangkan Fenitoin Topikal 28,6% (p=0,006), berpengaruh signifkan membuat susunan kolagen lebih regular dibanding kontrol (p<0,0083).
Kesimpulan: Suplemen vitamin C oral dan/atau fenitoin topikal berpengaruh membuat susunan kolagen lebih reguler, mencegah edema kornea, dan memproduksi kepadatan kolagen lebih tinggi dalam proses penyembuhan laserasi kornea partial-thickness.
Kata Kunci: Laserasi kornea, Vitamin C, Fenitoin, Penyembuhan luka, Kolagen, Edema kornea, Tikus Sprague-Dawley.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Laserasi kornea, Vitamin C, Fenitoin, Penyembuhan luka, Kolagen, Edema kornea, Tikus Sprague-Dawley. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 04:33 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 04:33 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42715 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
