Search for collections on Undip Repository

Pengukuran Antropometri Ekstremitas Anak Usia 7-9 Tahun di Semarang

Elmer, Jason and Putra, Farmaditya Eka and Sihombing, Nydia Rena Benita (2025) Pengukuran Antropometri Ekstremitas Anak Usia 7-9 Tahun di Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of JASON ELMER-22010122130108-TESIS-ABSTRAK] Text (JASON ELMER-22010122130108-TESIS-ABSTRAK)
JASON ELMER-22010122130108-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (175kB)

Abstract

Latar Belakang: Antropometri ekstremitas merupakan komponen penting dalam evaluasi pertumbuhan dan perkembangan anak karena mencerminkan proporsi tubuh, fungsi muskuloskeletal, serta variasi populasi. Data antropometri ekstremitas anak Indonesia, khususnya usia sekolah awal, masih terbatas sehingga diperlukan penelitian berbasis populasi lokal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik antropometri ekstremitas pada anak usia 7–9 tahun di Kota Semarang serta membandingkannya dengan kurva referensi pertumbuhan. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri dari 391 anak usia 7–9 tahun yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Parameter yang diukur meliputi tinggi badan, berat badan, panjang tangan, panjang dan lebar telapak tangan, arm span, panjang dan lebar kaki, serta upper–lower segment ratio. Temuan klinis seperti single palmar crease, sandal gap, dan pes planus juga dievaluasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan hasil dipetakan pada kurva referensi WHO dan Malina. Hasil: Seluruh parameter antropometri menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya usia. Anak laki-laki cenderung memiliki rerata berat badan, panjang tangan, arm span, dan panjang kaki yang sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan. Sebagian besar parameter berada dalam rentang normal berdasarkan kurva referensi, sementara lebar telapak tangan dan lebar kaki cenderung berada pada persentil yang lebih tinggi. Nilai arm span relatif lebih rendah dan upper–lower segment ratio sedikit lebih tinggi dibandingkan kurva referensi, menunjukkan pola pertumbuhan dengan dominasi batang tubuh. Variasi anatomis berupa single palmar crease (2,8%), sandal gap (18%), dan pes planus (27%) ditemukan sebagai variasi fisiologis yang umum. Kesimpulan: Pertumbuhan ekstremitas anak usia 7–9 tahun di Kota Semarang berada dalam pola pertumbuhan normal dengan karakteristik antropometri khas populasi Asia Tenggara. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi awal dalam evaluasi pertumbuhan anak serta pengembangan basis data antropometri anak Indonesia.

Kata kunci: antropometri, ekstremitas, anak usia sekolah, pertumbuhan, Indonesia

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: antropometri, ekstremitas, anak usia sekolah, pertumbuhan, Indonesia
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 24 Dec 2025 06:25
Last Modified: 24 Dec 2025 06:25
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42629

Actions (login required)

View Item View Item