Search for collections on Undip Repository

Hubungan Kadar HbA1c dan Indeks Massa Tubuh dengan Derajat Katarak pada Penderita Diabetes Melitus di RS Nasional Diponegoro

Sharifa, Keisha Naia and Dewi, Puspita Kusuma and Setyawati, Amallia Nuggetsiana and Widyastiti, Nyoman Suci (2025) Hubungan Kadar HbA1c dan Indeks Massa Tubuh dengan Derajat Katarak pada Penderita Diabetes Melitus di RS Nasional Diponegoro. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-KTI] Text (ABSTRAK-KTI)
Abstrak KTI E-PRINTS.pdf

Download (180kB)

Abstract

Latar Belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan katarak adalah diabetes melitus, di mana kadar
hemoglobin terglikasi (HbA1c) yang tinggi dan indeks massa tubuh yang melebihi normal diduga meningkatkan risiko terjadinya katarak.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan hubungan kadar HbA1c dan indeks massa tubuh dengan derajat katarak pada penderita diabetes melitus.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang menggunakan data primer berupa kadar HbA1c, indeks massa tubuh, dan derajat katarak.
Subjek penelitian adalah penderita katarak dengan diabetes melitus berjumlah 38, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data diolah dengan menggunakan uji analisis Spearman dan Pearson.
Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dengan derajat katarak pada ketiga tipe katarak, yaitu cortical opacity (p=0,001;r=0,498), nuclear opacity (p=0,001;r=0,532), dan
posterior subcapsular opacity (p=0,003;r=0,474). Terdapat korelasi signifikan antara durasi diabetes melitus dengan cortical opacity (p<0,05; r=0,55), nuclear opacity (p=0,005; r=0,446), serta katarak posterior subcapsular opacity (p=0,014; r=0,394). Analisis
menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara indeks massa tubuh dengan derajat katarak pada ketiga tipe katarak (p > 0,05). Demikian pula, tidak ditemukan korelasi signifikan
antara kadar HbA1c dengan indeks massa tubuh (p > 0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar HbA1c dan durasi diabetes melitus dengan derajat katarak pada penderita diabetes melitus, sedangkan indeks massa tubuh tidak
menunjukkan hubungan yang signifikan.
Kata kunci: Kadar HbA1c, indeks massa tubuh, derajat katarak, diabetes melitus.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kadar HbA1c, indeks massa tubuh, derajat katarak, diabetes melitus
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 24 Dec 2025 02:01
Last Modified: 24 Dec 2025 02:01
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42628

Actions (login required)

View Item View Item