Search for collections on Undip Repository

Terapi Aseluler Berbasis Eksosom dan Sekretom Turunan dari Mesenchymal Stromal Cell (MSC) untuk Disfungsi Ereksi (Erectile Dysfunction/ED): Tinjauan Sistematis dan Meta-analisis Studi Praklinis

Simanjuntak, Victor Jeremia Syaropi and WIBISONO, DIMAS SINDHU (2025) Terapi Aseluler Berbasis Eksosom dan Sekretom Turunan dari Mesenchymal Stromal Cell (MSC) untuk Disfungsi Ereksi (Erectile Dysfunction/ED): Tinjauan Sistematis dan Meta-analisis Studi Praklinis. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of VICTOR JEREMIA SYAROPI SIMANJUNTAK-22040122320015-TESIS-ABSTRAK] Text (VICTOR JEREMIA SYAROPI SIMANJUNTAK-22040122320015-TESIS-ABSTRAK)
VICTOR JEREMIA SYAROPI SIMANJUNTAK-22040122320015-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (141kB)

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Produk aseluler yang diturunkan dari Mesenchymal stromal cell (MSC)—berupa eksosom/vesikel ekstraseluler kecil dan sekretom/medium terkondisi—berpotensi memulihkan fungsi ereksi melalui mekanisme parakrin. Pendekatan ini berpeluang mengatasi keterbatasan terapi sel utuh (whole-cell therapy), termasuk kendala viabilitas, penyimpanan, serta risiko keamanan. Dengan demikian, terapi aseluler (acellular therapy) dapat menjadi strategi alternatif yang lebih adaptif sebelum diterjemahkan ke konteks klinis.

Metode: Peninjauan dilakukan mengikuti pedoman PRISMA 2020 dan PRISMA-S. Studi yang memenuhi kriteria adalah model ED in-vivo yang membandingkan eksosom/sEVs atau sekretom/CM berbasis MSC terhadap kelompok kontrol (control), serta melaporkan luaran EF berbasis ICP dalam rentang 3–8 minggu pasca-intervensi. Studi yang menggunakan terapi sel utuh, produk aseluler non-MSC, mimetik EV (extracellular vesicle mimetics), penelitian in-vitro, abstrak konferensi (conference abstracts), tinjauan (reviews), atau tanpa luaran fungsional EF dikecualikan. Risiko bias (risk of bias) dinilai menggunakan instrumen SYRCLE. Untuk subset kuantitatif, ukuran efek dihitung menggunakan Hedges g, model random-effects (random-effects model), dengan estimasi varian menggunakan metode Hartung–Knapp, serta sub-kelompok yang telah ditetapkan sebelumnya (pre-specified subgroups).

Hasil: Sebanyak 90 rekaman (records) disaring, 25 naskah lengkap dievaluasi kelayakannya, dan 6 studi diikutsertakan (k=6). Satu laporan (report) tidak berhasil diambil (not retrieved), sementara 18 naskah dikecualikan beserta alasan spesifiknya (excluded with reasons). Perbandingan eksosom (exosomes) terhadap kontrol menunjukkan standardized mean difference/SMD sebesar 5,29 (95% CI 1,25–9,32; I² 33,5%; τ² 0,90; τ² 0,90; k=3). Perbandingan sekretom (secretome) terhadap kontrol menghasilkan SMD 2,28 (95% CI 0,89–3,67; k=1). Seluruh ukuran efek (effect sizes) mengarah pada keunggulan terapi aseluler berbasis MSC (MSC-derived acellular therapy) dibanding kontrol.

Kesimpulan: Bukti praklinis mendukung efektivitas terapi aseluler yang diturunkan dari MSC untuk disfungsi ereksi. Standardisasi metrik dosis dan karakterisasi eksosom/CM yang merujuk pada pedoman MISEV (minimal information for extracellular vesicles/MISEV-based EV/CM characterization) diperlukan sebelum translasi klinis. Penerapan pengacakan yang ketat (rigorous randomization), pembutaan (blinding), dan pelaporan luaran fungsional EF yang konsisten harus diprioritaskan guna memperkuat validitas translasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: disfungsi ereksi; sel stroma mesenkimal; eksosom; vesikel ekstraseluler; sekretom; medium terkondisi; model hewan; rasio ICP/MAP
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 29 Dec 2025 01:59
Last Modified: 29 Dec 2025 01:59
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42623

Actions (login required)

View Item View Item