Putri, Aulia (2024) Pengembangan Kurkumin Berbasis Nanoemulsi Gel menggunakan Karboksimetil Selulosa sebagai Penyembuh Luka Eksisi pada Tikus Wistar. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
01. Cover.pdf Download (67kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
09. Abstrak.pdf Download (50kB) |
|
|
Text
10. BAB I Pendahuluan.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
15. Daftar Pustaka.pdf Download (139kB) |
Abstract
Pengobatan luka umumnya dilakukan dengan bahan povidone iodine 10%,
tetapi bahan sintetik ini memiliki potensi iritasi dan toksisitas jika dibandingkan
dengan bahan alami seperti kurkumin. Kurkumin mengandung antiinflamasi dan
antioksidan yang mempercepat penyembuhan luka, tetapi kurkumin memiliki
bioavailabilitas yang rendah sehingga menghambat proses absorpsi dan penetrasi
obat ke dalam kulit. Salah satu teknologi untuk mengatasi hal tersebut adalah
dengan nanoemulsi. Nanoemulsi membutuhkan zat pengental untuk meningkatkan
daya lekat saat diaplikasikan ke permukaan kulit. Zat pengental yang digunakan
adalah polimer karboksimetil selulosa karena mudah dibuat dalam bentuk gel yang
membantu melembabkan area luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan
formulasi optimum nanoemulsi kurkumin dan efektivitas gel nanoemulsi kurkumin
terhadap presentase penyembuhan luka dan ketebalan epitel. Penelitian ini
mengembangkan nanoemulsi kurkumin dan gel nanoemulsi kurkumin ke dalam
berbagai formulasi, lalu mengevaluasi karakteristiknya berdasarkan organoleptis,
pH, transmitansi, dan stabilitas fisik. Formulasi terbaik yang diperoleh menjadi
sediaan yang diaplikasikan pada tikus. Penelitian ini menggunakan tikus wistar
jantan yang diberi luka pada area punggung. Tikus dibagi menjadi empat kelompok,
yaitu P0 (nanoemulsi gel tanpa kurkumin), P1 (povidone iodine 10%), P2 (gel
nanoemulsi kurkumin kadar 20%), dan P3 (gel nanoemulsi kurkumin kadar 30%)
dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Pengolesan sediaan dan pengukuran
diameter luka dilakukan selama 14 hari. Hasil ukuran partikel nanoemulsi kurkumin
sebesar 29,2 nm dengan distribusi ukuran partikel (PDI) sebesar 0,659. Hasil
karakteristik gel nanoemulsi kurkumin menunjukkan sediaan yang transparan,
konsistensi gel yang kental dan lunak, stabilitas fisik yang baik, serta pH gel yang
aman untuk kulit. Kelompok P3 menunjukkan diameter luka dan presentase
penyembuhan luka yang paling baik di antara kelompok perlakuan lainnya. Selain
itu, kelompok P3 juga memberikan ketebalan epitel yang paling tinggi dalam
pengamatan secara mikroskopis.
Kata kunci: kurkumin, karboksimetil selulosa, gel nanoemulsi, penyembuhan luka
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 09:15 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 09:15 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42617 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
