Novatmiko, Andian and Sari, Desvita and Lestari, Endang Sri and Hadi, Purnomo and Ciptaningtyas, V. Rizke (2025) Uji Diagnostik Pewarnaan Gram dan Urin Dipstik Dibandingkan dengan Pemeriksaan Gold Standard Kultur pada ISK Nonkomplikata. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Andrian Novatmiko-22041622310003-Tesis-Abstrak)
ANDRIAN NOVATMIKO-22041622310003-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (191kB) |
Abstract
Latar Belakang. ISK nonkomplikata merupakan jenis ISK yang paling sering terjadi di masyarakat sehingga membutuhkan intervensi medis yang tepat dan evaluasi berkelanjutan. Kultur urin merupakan baku emas tetapi memiliki kelemahan yaitu memerlukan waktu yang relatif lama. Pewarnaan Gram dan urin dipstik merupakan metode cepat untuk membantu menegakkan diagnosis ISK.
Tujuan. Menganalisis sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value (PPV), negative predictive value (NPV), dan akurasi pewarnaan Gram dan urin dipstik untuk diagnosis ISK nonkomplikata.
Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan uji diagnostik. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Poncol dan Puskesmas Pandanaran, Semarang. Penelitian melibatkan 83 sampel dengan usia ≥ 18 tahun yang didiagnosis dokter dengan ISK nonkomplikata. Waktu pengambilan dimulai bulan April 2024 sampai dengan terpenuhinya jumlah sampel yang dibutuhkan. Pengambilan sampel urin dengan metode clean catch midstream urine.
Hasil. Sebanyak 83 sampel diuji, terdapat 23 di antaranya menunjukkan hasil positif pada pemeriksaan kultur urin. Hasil uji diagnosis menunjukkan pemeriksaan nitrit memiliki nilai sensitivitas 43,5%, spesifisitas 93,3%, PPV 71,4%, NPV 81,2% dan akurasi 79,5%. Pada pemeriksaan leukosit esterase menunjukkan nilai sensitivitas 78,3%, spesifisitas 73,3%, PPV 52,9%, NPV 89,7% dan akurasi 74,7%. Hasil pemeriksaan kombinasi nitrit dan leukosit esterase menunjukkan sensitivitas 86,9%, sedangkan nilai spesifisitas, PPV, NPV dan akurasi secara berturut-turut yaitu 71%, 54,1%, 93% dan 75,9%. Pada pewarnaan Gram menunjukkan nilai sensitivitas 95,6%, spesifisitas 71,7%, PPV 56,4%, NPV 97,7% dan akurasi 78,3%.
Kesimpulan. Pewarnaan Gram memiliki sensitivitas yang lebih baik dari pada urin dipstik sehingga pewarnaan Gram dapat menjadi pilihan utama untuk membantu menegakkan diagnosis ISK nonkomplikata.
Kata kunci: infeksi saluran kemih nonkomplikata, pewarnaan Gram, urin dipstik
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | infeksi saluran kemih nonkomplikata, pewarnaan Gram, urin dipstik |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 03:13 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 03:13 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42613 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
