Bintang, Muhammad Ilham Surya and Cahyaningtyas, Irma and Putrijanti, Aju (2025) KEDUDUKAN SAKSI BERANTAI SEBAGAI ALAT BUKTI PADA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN (Studi Putusan Nomor 124/Pid.B/2017/PN.Sbw). _098 Acara 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (801kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_ABSTRAK.pdf Download (148kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (234kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (284kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (296kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (169kB) |
|
|
Text
Muhammad Ilham Surya Bintang_DAFPUS.pdf Download (156kB) |
Abstract
Keterangan saksi merupakan salah satu alat bukti yang paling penting dalam mengungkap kebenaran materiil suatu tindak pidana, terutama pada perkara yang minim dukungan bukti fisik. Meski demikian, dalam praktik peradilan pidana sering muncul perdebatan mengenai validitas kesaksian, khususnya apabila keterangan yang diberikan berasal dari saksi berantai atau kettingbewijs.
Penelitian ini bertujuan menjelaskan kedudukan keterangan saksi berantai dalam persidangan perkara pidana dan kekuatan pembuktian saksi berantai pada tindak pidana penganiayaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis, menggunakan studi kepustakaan terhadap bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), saksi berantai dalam sidang pidana hanya dapat ditempatkan sebagai alat bukti berupa petunjuk. Agar dapat dinilai sebagai petunjuk yang sah, keterangan dalam kesaksian berantai tersebut harus memiliki kesesuaian dengan alat bukti lain yang dihadirkan di persidangan. Dengan demikian, kesaksian berantai tidak memiliki kekuatan pembuktian yang berdiri sendiri dan tetap membutuhkan dukungan bukti lain. Pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 124/Pid.B/2017/PN.Sbw terkait tindak pidana penganiayaan menunjukkan bahwa saksi berantai dapat diterima sebagai alat bukti petunjuk. Petunjuk tersebut dipakai untuk memperkuat keterangan saksi yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 1 angka 27 juncto Pasal 184 ayat (1) juncto Pasal 185 KUHAP. Oleh karena itu, pada perkara tersebut saksi berantai tetap memiliki nilai pembuktian dan turut memberikan keyakinan kepada hakim bahwa terdakwa telah terbukti bersalah secara sah.
Kata kunci: Saksi Berantai, Alat Bukti, Tindak Pidana Penganiayaan, Pembuktian
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Saksi Berantai, Alat Bukti, Tindak Pidana Penganiayaan, Pembuktian |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 06:38 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 06:38 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42553 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
