Rachman, Reza and Purnomo, Hery Djagat and Hendrianingtyas, Meita (2025) PERBANDINGAN TERAPI KOMBINASI OMEPRAZOLE DAN STRIATIN DOSIS BERTINGKAT DENGAN MONOTERAPI OMEPRAZOLE TERHADAP KADAR EPIDERMAL GROWTH FACTOR. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (REZA RACHMAN-22040221320028-TESIS-ABSTRAK)
REZA RACHMAN-22040221320028-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (154kB) |
Abstract
Latar Belakang : Gastritis akibat penggunaan NSAID terjadi karena penurunan prostaglandin pelindung mukosa. Omeprazole bekerja dengan menekan sekresi asam lambung, namun berisiko menimbulkan efek samping bila digunakan jangka panjang. Striatin, fraksi bioaktif Channa striata, memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan menstimulasi Epidermal Growth Factor (EGF) yang berperan dalam regenerasi mukosa. Penelitian ini bertujuan membandingkan efek kombinasi omeprazole–striatin dengan monoterapi omeprazole terhadap kadar EGF pada tikus model gastritis akibat aspirin.
Metode: Penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan pre-test post-test control group design pada 30 ekor tikus Wistar yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol sehat (K0), kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+; omeprazole dosis 20 mg/kgBB) dan perlakuan ( P1, P2, P3; striatin dosis 500, 1000, dan 1500 mg/kgBB). Model gastritis diinduksi dengan aspirin 450 mg/kgBB selama 18 hari, diikuti pemberian terapi selama 14 hari. Kadar EGF diukur menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan ANOVA dengan tingkat signifikansi p<0,05.
Hasil: Peningkatan kadar EGF terjadi pada kelompok K+ (omeprazole tunggal), diikuti oleh kelompok kombinasi omeprazole-striatin P1 dan P2, namun hanya kelompok K+ yang menunjukkan perbedaan yang bermakna (p=0,01). Hasil uji statistik kadar EGF antar kelompok pre (p=0,131) dan post (0,103), maupun delta kadar EGF (p= 0,247), tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan, meskipun kombinasi omeprazole–striatin tetap memperlihatkan kecenderungan biologis terhadap peningkatan kadar EGF dibandingkan sebelum terapi.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar EGF pada tikus model gastritis yang diinduksi aspirin dengan terapi kombinasi omeprazole dan striatin dosis bertingkat dibanding kontrol.
Kata kunci : Gastritis, omeprazole, striatin, Channa striata, Epidermal Growth Factor
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gastritis, omeprazole, striatin, Channa striata, Epidermal Growth Factor |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 03:52 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 03:52 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42551 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
