Roosana, Sarah Nadya and Purnomo, Hery Djagat and Hendrianingtyas, Meita (2025) PERBANDINGAN TERAPI KOMBINASI OMEPRAZOLE DAN STRIATIN DOSIS BERTINGKAT DENGAN MONOTERAPI OMEPRAZOLE TERHADAP KADAR PROSTAGLANDIN E2: Studi pada Tikus Model Gastritis yang Diinduksi Aspirin. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (SARAH NADYA ROOSANA-22040221320023-TESIS-ABSTRAK)
SARAH NADYA ROOSANA-22040221320023-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (217kB) |
Abstract
Latar Belakang: Prostaglandin E2 (PGE2) merupakan mediator utama dalam mekanisme sitoproteksi mukosa lambung. Penurunan kadar PGE2 akibat penggunaan aspirin dapat menyebabkan gangguan integritas mukosa dan memicu terjadinya gastritis. Ekstrak Channa striata (striatin) diketahui mengandung asam amino esensial yang dapat meregulasi sintesis prostaglandin pada fase inflamasi penyembuhan luka. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi omeprazole dan striatin dosis bertingkat terhadap kadar PGE2 pada tikus model gastritis yang diinduksi aspirin.
Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test control group menggunakan tikus jantan Rattus norvegicus galur Wistar. Subjek dibagi ke dalam enam kelompok, yaitu kontrol sehat (K0), kontrol negatif (K−), kontrol positif omeprazole (K+), serta kelompok perlakuan kombinasi omeprazole 20 mg/kgBB dengan striatin dosis 500 mg/kgBB (P1), 1.000 mg/kgBB (P2), dan 1.500 mg/kgBB (P3). Gastritis diinduksi dengan aspirin 450 mg/kgBB selama 18 hari dilanjutkan pemberian terapi selama 14 hari. Kadar PGE₂ diukur sebelum dan setelah perlakuan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Analisis statistik menggunakan uji paired t-test dan One-Way ANOVA (p < 0,05).
Hasil: Induksi aspirin pada kelompok kontrol negatif (K−) menyebabkan penurunan kadar PGE₂ yang bermakna secara statistik (p=0,049), yang menunjukkan keberhasilan model gastritis. Pada kelompok K0, K+, P1, P2, dan P3 tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar PGE₂ antara sebelum dan setelah perlakuan (p >0,05). Analisis One-Way ANOVA terhadap kadar PGE₂ sebelum perlakuan, setelah perlakuan, dan nilai delta antar kelompok juga tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna (p >0,05). Peningkatan kadar PGE₂ setelah perlakuan ditemukan pada kelompok P1 dan P3, sedangkan kelompok P2 menunjukkan penurunan, namun perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar PGE2 pada tikus model gastritis yang diinduksi aspirin dengan terapi kombinasi omeprazole dan striatin dosis bertingkat dibandingkan kontrol.
Kata kunci: Gastritis, Omeprazole, PGE2, Striatin, Channa striata
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gastritis, Omeprazole, PGE2, Striatin, Channa striata |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 02:08 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 02:08 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42549 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
