Kholik, Naufal Aryowigoro and Irawati, Irawati and Ardani, Mira Novana (2025) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP SENGKETA MEREK FISHERPRICE ANTARA MATTEL INC DENGAN LIU IHNASIA F. YULIANTI UNTUK KELAS BARANG YANG SAMA MENURUT UNDANG-UNDANG MEREK DI INDONESIA. _234 DG 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (624kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_ABSTRAK.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (382kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (412kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (528kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (224kB) |
|
|
Text
Naufal Aryowigoro Kholik_DAFPUS.pdf Download (204kB) |
Abstract
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis merupakan dasar hukum utama dalam sistem perlindungan merek di Indonesia yang mengatur prinsip perolehan hak berdasarkan first-to-file, prosedur pendaftaran, penolakan merek, pembatalan, serta perlindungan terhadap merek terkenal termasuk yang berasal dari luar negeri. Ketentuan ini menjadi penting mengingat semakin meningkatnya sengketa merek yang melibatkan pemilik merek internasional dalam yurisdiksi Indonesia. Salah satu kasus yang relevan adalah sengketa merek “FisherPrice” antara Mattel Inc. sebagai pemilik merek terkenal internasional dan Liu Ignasia F. Yulianti selaku pemilik merek “Fisherprice” yang telah terdaftar untuk kelas 12. Penelitian ini mengkaji dua hal utama, yaitu pengaturan hukum mengenai penolakan pendaftaran merek terkenal asing di Indonesia dan analisis terhadap pertimbangan hakim dalam penyelesaian sengketa tersebut berdasarkan ketentuan Undang-Undang Merek yang berlaku.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis melalui penelusuran peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, TRIPs Agreement, Paris Convention, serta bahan hukum sekunder lainnya. Fokus dari kajian terletak pada norma hukum dalam peraturan perundang-undangan merek, khususnya terkait merek terkenal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip first-to-file memiliki implikasi langsung terhadap perlindungan merek terkenal asing apabila pendaftaran terlebih dahulu dilakukan oleh pihak domestik, khususnya jika terdapat persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya maupun indikasi itikad tidak baik. Dalam kasus ini, Mattel Inc. mengajukan gugatan pembatalan merek “Fisherprice” milik Liu Ignasia F. Yulianti dengan dalil adanya persamaan dan status merek terkenal. Namun Pengadilan Niaga tidak memasuki penilaian substansi dan menolak gugatan karena obscuur libel akibat penggabungan pembatalan merek dan permintaan perintah administratif pendaftaran merek.
Kata kunci: Merek, merek terkenal, first to file.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Merek, merek terkenal, first to file. |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 07:12 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 07:12 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42544 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
