Kadarwaty, Nita Nurlaila and Dharma, Andhika Guna and Astuti, Fatimah Dyah Nur and Ekowati, Liana and Saubig, Arnila Novitasari (2025) PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM DETEKSI KELAINAN REFRAKSI PADA ANAK ANTARA PEMBERIAN ELECTRONIC LEARNING DAN MODUL. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak Nita Nurlaila)
Abstrak Nita Nurlaila.pdf Download (145kB) |
Abstract
Latar belakang: Rendahnya angka temuan kasus refraksi menyebabkan anak tidak dapat dikoreksi dengan maksimal. Skrining gangguan refraksi memiliki peranan penting dalam temuan kasus. Pengetahuan dan keterampilan Guru Sekolah Dasar (SD) merupakan penyebab rendahnya angka skrining. Penggunaan electronic learning (e-learning) dan modul sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru Sekolah Dasar dalam penemuan kasus gangguan refraksi pada anak.
Tujuan: Mengetahui dan menganalisis perbandingan pengetahuan dan keterampilan guru SD dalam skrining gangguan refraksi pada anak antara pemberian e-learning dan modul.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuasi-eksperimental dengan desain Two Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian, sebanyak 30 guru dari SD Hj. Isriati Baiturrahman 01 Kota Semarang, dibagi menjadi dua kelompok perlakuan: e-learning dan modul. Pengukuran tingkat pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui achievement test berupa Multiple Choice Question (MCQ) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada pretest dan posttest. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk komparasi pretest-posttest dan uji Mann-Whitney atau Independent Sample T-Test untuk komparasi antar kelompok.
Hasil : Peningkatan signifikan nilai pengetahuan dan keterampilan klinis ditemukan pada kedua kelompok setelah intervensi (p<0,000). Hasil posttest pengetahuan menunjukkan kelompok e-learning mencapai rerata nilai yang lebih tinggi signifikan secara statistik dibandingkan modul (p=0,021). Analisis keterampilan juga menunjukkan kelompok e-learning secara signifikan lebih efektif (p=0,043) dibandingkan modul. Variabel perancu Sumber Informasi dinyatakan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai posttest (p > 0,400).
Kesimpulan: E-learning lebih efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan dan keterampilan guru SD dalam skrining gangguan refraksi pada anak dibandingkan dengan modul. Implementasi pelatihan berbasis e-learning direkomendasikan sebagai strategi rutin untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
Kata Kunci: Pembelajaran, Electronic Learning, Modul, Pengetahuan, Keterampilan, Gangguan refraksi.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pembelajaran, Electronic Learning, Modul, Pengetahuan, Keterampilan, Gangguan refraksi. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 03:56 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 03:56 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42489 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
