Search for collections on Undip Repository

Karakteristik dan Gambaran Luka Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Semarang Pada Masa Pandemi COVID-19

Wahyuningrum, Septiani Rahmawati and Bhima, Sigid Kirana Lintang and Haryanto, Julia Ike (2025) Karakteristik dan Gambaran Luka Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Semarang Pada Masa Pandemi COVID-19. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of Abstrak_Septiani Rahmawati Wahyuningrum] Text (Abstrak_Septiani Rahmawati Wahyuningrum)
Abstrak_Septiani Rahmawati Wahyuningrum_22010122140199.pdf

Download (133kB)

Abstract

Latar Belakang: Anak termasuk ke dalam kelompok rentan yang perlu dilindungi. Meskipun telah terdapat berbagai kebijakan yang mengatur terkait perlindungan anak, kasus kekerasan terhadap anak masih sering dijumpai di Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Akan tetapi, kondisi PSBB sebagai dampak adanya pandemi COVID-19 yang mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah tidak menjadi jaminan anak terbebas sebagai
korban kekerasan.
Tujuan: Mengetahui gambaran insidensi dan karakteristik kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang pada masa pandemi COVID-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitain deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional berdasarkan data sekunder yang berasal dari rekam medis pasien anak korban kekerasan di RSUP Dr. Kariadi dan RSUD dr. Adhyatma, MPH.
Hasil: Terdapat peningkatan insidensi kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang di tahun 2021 dibanding tahun 2020 yang mana mencapai 44 kasus. Berdasarkan penelitian, meninjau terkait karakteristik kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang pada masa pandemi COVID-19, dari total 116 data didapatkan jenis kekerasan yang paling sering terjadi adalah kekerasan fisik (59 kasus), jenis kelamin korban merupakan perempuan (78 kasus), korban mengenal pelaku tanpa adanya hubungan keluarga (90 kasus), korban termasuk dalam kelompok usia 12-17 tahun (56 kasus), jenis luka kekerasan tumpul (114 kasus), lokasi di alat kelamin (34%), luka >1 lokasi (80 kasus), dan kualifikasi luka tergolong ringan (106 kasus).
Kesimpulan: Terdapat peningkatan insidensi kasus kekerasan terhadap anak di Kota Semarang pada masa pandemi COVID-19 dengan karakteristik sebagai berikut: (1) jenis kekerasan fisik, (2) jenis kelamin korban perempuan, (3) korban mengenal pelaku tanpa ada hubungan keluarga, (4) kelompok usia 12-17 tahun, (5) luka kekerasan tumpul, (6) lokasi di alat kelamin dengan >1 lokasi luka, (7) kualifikasi luka ringan.
Kata Kunci: Kekerasan, Anak, COVID-19

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kekerasan, Anak, COVID-19
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 23 Dec 2025 02:12
Last Modified: 23 Dec 2025 02:12
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42474

Actions (login required)

View Item View Item