Haqqi, Haris Raisa Abdul and Meutia, Yurida Binta and Setyawati, Amallia Nuggetsiana and Widyastiti, Nyoman Suci (2025) HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMATOKRIT DAN JUMLAH TROMBOSIT TERHADAP EFUSI PLEURA PADA PASIEN DHF RS DR KARIADI. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (HARIS RAISA ABDUL HAQQI-22010122130064-ABSTRAK-KTI)
HARIS RAISA ABDUL HAQQI-22010122130064-ABSTRAK-KTI.pdf Download (135kB) |
Abstract
Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Efusi pleura merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi, yang menandakan adanya kebocoran plasma dan progresi penyakit yang berat. Kadar hematokrit dan jumlah trombosit merupakan parameter laboratorium penting dalam penatalaksanaan dengue, tetapi hubungannya dengan efusi pleura masih belum jelas, dengan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara kadar hematokrit dan jumlah trombosit dengan kejadian efusi pleura pada pasien DBD di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode: Penelitian observasional analitik desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien DBD yang dirawat antara Januari 2022 hingga Desember 2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling. Nilai hematokrit dan trombosit diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium, sedangkan efusi pleura diidentifikasi melalui foto toraks yang dievaluasi secara independen oleh dua dokter radiologi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Sebanyak 71 pasien memenuhi kriteria inklusi. Efusi pleura terdeteksi pada 10 (14,1%) kasus. Sebagian besar pasien memiliki kadar hematokrit normal 69 (97,2%), sementara trombositopenia ditemukan pada 53 (83,1%) pasien. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kadar hematokrit dan efusi pleura (p = 0,264). Sebaliknya, jumlah trombosit menunjukkan hubungan dengan efusi pleura (p = 0,010), yang mengindikasikan bahwa pasien dengan jumlah trombosit yang lebih rendah memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami efusi. Kesimpulan: Jumlah trombosit, bukan kadar hematokrit,
terbukti terdapat hubungan dengan efusi pleura pada pasien DBD. Dengan demikian, trombositopenia dapat menjadi indikator hematologis awal kebocoran plasma.
Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, efusi pleura, hematokrit, trombosit, trombositopenia
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Demam Berdarah Dengue, efusi pleura, hematokrit, trombosit, trombositopenia |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 02:07 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 02:07 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42394 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
