PRAMESTI, AMARATRI SUKHMA and Saptono, Hendro and Lestari, Sartika Nanda (2020) PERAN BPOM DALAM MENGAWASI PEREDARAN OBAT TRADISIONAL YANG TIDAK ADA IZIN EDAR DI JAWA TENGAH. _Dagang 2020. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-cover.pdf Download (648kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-abstrak.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-bab 1.pdf Restricted to Repository staff only Download (404kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-bab 2.pdf Restricted to Repository staff only Download (510kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-bab 3.pdf Restricted to Repository staff only Download (208kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-bab 4.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-bab 5.pdf Restricted to Repository staff only Download (190kB) |
|
|
Text
AMARATRI SUKHMA PRAMESTI-dapus.pdf Download (411kB) |
Abstract
Obat tradisional merupakan bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Obat tradisional mempunyai manfaat yang banyak bagi kesehatan, dan persebarluasan obat tradisional mudah ditemui dimana-mana dan harganya yang tejangkau. Dalam hal ini banyaknya ditemukan obat
tradisional yang tidak ada izin edar di masyarakat. Tidak izin edar yaitu bentuk tidak persetujuan bagi produk obat tradisional yang dikeluarkan BPOM Republik Indonesia agar produk tersebut secara sah dapat diedarkan di wilayah Indonesia. Seringkali produsen menyampingkan hak-hak konsumen. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peran Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk melakukan perindungan hukum dan pengawasan terhadap peredaran obat tradisional yang tidak ada izin edar di Jawa Tengah.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data yaitu dengan melakukan penelitian langsung di lapangan dengan melakukan wawancara Balai Besar Pengawas Obat Makanan di Semarang yang merupakan data primer dan melalui studi pustaka yang merupakan data sekunder.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa perlindungan
konsumen yang dilakukan BPOM dan pemerintah yaitu dengan melakukan perlindungan hukum secara preventif dan represif, serta melakukan kesadaran konsumen, bekerja sama dengan instansi yang terkait dalam upaya mewujudkan perlindungan konsumen. Pengawasan pre-market yaitu pengawasan yang dilakukan BPOM sebelum obat tradisional tersebut beredar di masyarakat dan post-market setelah obat tradisional beredar di masyarakat.
Kata Kunci : Pengawasan, Obat Tradisional, Tanpa Izin Edar
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengawasan, Obat Tradisional, Tanpa Izin Edar |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Perpus FH |
| Date Deposited: | 19 Dec 2025 05:06 |
| Last Modified: | 19 Dec 2025 05:06 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42389 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
