Daharu, Nyes Biru and Maharani, Nani and Bahrudin, Bahrudin and Ardhianto, Pipin (2025) Perbandingan Klopidogrel dan Tikagrelor dalam Kejadian KKvM, Angina Pectoris, Perdarahan, dan Dispnea : Studi pada Pasien yang Menjalani Intervensi Koroner Perkutan (IKP). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf Download (445kB) |
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian global dengan prevalensi 1,5% di Indonesia. Penatalaksanaannya meliputi terapi konservatif dan Intervensi Koroner Perkutan (IKP), yang diikuti Dual Antiplatelet Therapy (DAPT) berupa kombinasi aspirin dan P2Y12 inhibitor. Tikagrelor sebagai inhibitor generasi baru memiliki efektivitas lebih tinggi dibanding klopidogrel, terutama pada pasien dengan resistensi klopidogrel akibat mutasi gen CYP2C19, namun efek samping dispnea dapat membatasi penggunaannya. Data terkait efikasi dan keamanan P2Y12 inhibitor terhadap KKvM, angina pectoris, perdarahan, dan dispnea pada pasien pasca-IKP di Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Mengetahui perbedaan efikasi dan keamanan klopidogrel dan tikagrelor dilihat dari KKvM, angina pectoris, perdarahan, dan dispnea pada pasien pasca-IKP.
Metode: Studi observasional analitik dengan desain kohort prospektif ini melibatkan 110 pasien pasca-IKP di RSUP Dr. Kariadi Semarang yang diikuti selama tiga bulan setelah tindakan pada April–Juni 2025. Subjek terdiri atas 24 pasien pengguna klopidogrel dan 86 pasien pengguna tikagrelor, keduanya dikombinasikan dengan aspirin. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Biner (p < 0,05).
Hasil: Mayoritas pasien laki-laki (85,5%) dengan rata-rata usia 55,35 ± 8,76 tahun. Tidak terdapat KKvM pada kedua kelompok. Terdapat perbedaan bermakna antara klopidogrel dan tikagrelor pada kejadian angina pectoris (p = 0,035), di mana kejadiannya lebih tinggi pada klopidogrel (62,5%) dibanding tikagrelor (38,4%). Tidak terdapat perbedaan bermakna pada kejadian perdarahan (p = 0,218) maupun dispnea (p = 0,584). BMI berpengaruh terhadap angina pectoris (p = 0,039; OR = 0,449), dan perempuan lebih berisiko mengalami dispnea (p = 0,014; OR = 10,615).
Kesimpulan: Tikagrelor menunjukkan angka kejadian angina pectoris lebih rendah namun lebih sering menimbulkan dispnea, sedangkan KKvM dan perdarahan tidak berbeda bermakna.
Kata Kunci: P2Y12 inhibitor; Klopidogrel; Tikagrelor; KKvM; Angina Pectoris; Perdarahan; Dispnea.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | P2Y12 inhibitor; Klopidogrel; Tikagrelor; KKvM; Angina Pectoris; Perdarahan; Dispnea. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 23 Dec 2025 02:24 |
| Last Modified: | 23 Dec 2025 02:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42341 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
