Search for collections on Undip Repository

HUBUNGAN EKSPRESI CD13 DAN CD33 DENGAN PROFIL KLINIKOPATOLOGIK PASIEN PLASMA CELL MYELOMA

Erickson, Rayno Praditya and Istiadi, Hermawan and LISTIANA, DEVIA EKA (2025) HUBUNGAN EKSPRESI CD13 DAN CD33 DENGAN PROFIL KLINIKOPATOLOGIK PASIEN PLASMA CELL MYELOMA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of RAYNO PRADITYA ERICKSON-22041221320004-TESIS-ABSTRAK] Text (RAYNO PRADITYA ERICKSON-22041221320004-TESIS-ABSTRAK)
RAYNO PRADITYA ERICKSON-22041221320004-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (119kB)

Abstract

Latar belakang. Plasma Cell Myeloma (PCM) merupakan keganasan sel plasma dengan variasi klinikopatologik dan outcome yang beragam. Molekul CD13 dan CD33, yang biasanya diekspresikan pada sel mieloid, juga dapat muncul pada PCM dan berpotensi memengaruhi perjalanan penyakit serta prognosis pasien.

Tujuan. Menganalisis hubungan ekspresi imunohistokimia CD13 dan CD33 dengan usia, varian klinik, varian histologik, serta overall survival pasien PCM.

Metode. Penelitian observasional analitik potong lintang dilakukan pada 40 sampel blok parafin PCM di RSUP Dr. Kariadi Semarang (2023–2024). Ekspresi CD13 dan CD33 diperiksa dengan imunohistokimia oleh dua observer, dengan uji Kappa menunjukkan kesesuaian sempurna (κ=1,000; p<0,001). Analisis
hubungan dengan parameter klinikopatologik dilakukan menggunakan uji Chi-square/Fisher’s Exact, sedangkan overall survival dianalisis dengan Kaplan-Meier dan uji Log-rank.

Hasil. Ekspresi CD33 negatif ditemukan pada 29 sampel (72,5%), sedangkan 11 sampel (27,5%) menunjukkan ekspresi positif dengan intensitas bervariasi. Ekspresi CD13 negatif teramati pada 26 sampel (65,0%), sementara 14 sampel (35,0%) menunjukkan ekspresi positif dengan nilai intensitas beragam. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara ekspresi CD13 dengan usia (p=0,350), CD33 dengan usia (p=1,000), CD13 dengan varian klinik (p=0,331), maupun CD13 dengan varian histologik (p=1,000). Sebaliknya, ekspresi CD33 menunjukkan hubungan bermakna dengan varian klinik (p=0,003) dan varian histologik (p=0,025). Analisis Kaplan-Meier menunjukkan kecenderungan survival lebih pendek pada pasien dengan ekspresi positif CD13 maupun CD33, meskipun tidak bermakna secara statistik (p=0,499 untuk CD13; p=0,324 untuk CD33).

Simpulan. Ekspresi CD13 dan CD33 ditemukan pada sebagian kasus PCM. Ekspresi CD13 tidak berhubungan signifikan dengan varian klinik maupun histologik, sedangkan ekspresi CD33 berhubungan signifikan dengan keduanya. Namun, baik CD13 maupun CD33 tidak berhubungan bermakna dengan usia dan overall survival. Tren survival lebih pendek pada ekspresi positif menegaskan potensi CD13 dan CD33 sebagai biomarker prognostik yang perlu divalidasi melalui penelitian lanjutan dengan jumlah sampel lebih besar.

Kata kunci: Plasma cell myeloma, CD13, CD33, immunohistokimia, parameter klinikopatologik.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Plasma cell myeloma, CD13, CD33, immunohistokimia, parameter klinikopatologik
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 19 Dec 2025 08:56
Last Modified: 19 Dec 2025 08:56
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42336

Actions (login required)

View Item View Item