Cahyarini, Amelia (2024) Sintesis Membran Hollow Fiber Tercetak Urea Kombinasi D2EHPA Berbasis Polieugenol Secara In-Situ Sebagai Kandidat Membran Hemodialisis. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Amelia Cahyarini.zip Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
01. Cover.pdf Download (48kB) |
|
|
Text
03. Halaman Pengesahan.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
05. Daftar Isi.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
10. Abstrak.pdf Download (26kB) |
|
|
Text
11. Abstract.pdf Download (27kB) |
|
|
Text
12. BAB I Pendahuluan.pdf Download (38kB) |
|
|
Text
17. Daftar Pustaka.pdf Download (141kB) |
Abstract
Insufisiensi ginjal merupakan kondisi dimana ginjal kehilangan kemampuan
untuk mengeluarkan hasil metabolisme. Hemodialisis adalah terapi penggantian
ginjal gabungan yang menggunakan dialyzer untuk menghilangkan kelebihan zat
dari darah. Saat ini membran yang umum digunakan pada dialyzer hemodialisis
ialah membran hollow fiber. Pada penelitian ini membran hollow fiber disintesis
berbahan dasar polisulfon dengan penambahan polieugenol BF3-dietileter atau
polieugenol H2SO4-CH3COOH sebagai polimer fungsional, dan PEGDE sebagai
crosslinker yang dikombinasikan dengan D2EHPA sebagai senyawa pembawa.
Tujuan dari penelitian ini untuk mensintensis polieugenol menggunakan katalis
BF3-dietileter dan H2SO4-CH3COOH serta pengkombinasian dengan D2EHPA
yang selanjutnya digunakan dalam sintesis membran hollow fiber dengan teknik
Non-Imprinted Membrane (NIM) dan Molecularly Imprinted Membrane (MIM)
dengan metode inversi fasa. Hasil yang diperoleh yakni eugenol berhasil
dipolimerisasi menjadi polieugenol BF3-dietileter dan polieugenol H2SO4-
CH3COOH. Hasil FTIR memperlihatkan adanya serapan urea pada larutan
membran MIM. Hasil SEM-EDX memperlihatkan tidak adanya unsur N pada
MIM yang menandakan template urea telah terlepas dari MIM. Hasil FTIR
menunjukkan adanya serapan D2EHPA pada NIM D2EHPA, MIM H2SO4
D2EHPA, dan MIM BF3 D2EHPA. Hasil karakterisasi membran menunjukkan
bahwa MIM BF3 D2EHPA memiliki hidrofilisitas, ketahanan termal, dan
ketahanan mekanik yang paling baik. Data hasil transpor menunjukkan bahwa
MIM mampu mentranspor urea dengan lebih baik daripada NIM karena adanya
template urea. Data hasil transpor menunjukkan D2EHPA mampu memberikan
efek sinergis. Selektivitas MIM terhadap urea lebih baik dibandingkan terhadap
kreatinin dan vitamin B12, dengan urutan selektivitas yakni urea > kreatinin >
vitamin B12. Transpor campuran paling optimal ada pada pH 7,4.
Kata kunci: polieugenol, hollow fiber, D2EHPA,
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 Dec 2025 02:10 |
| Last Modified: | 18 Dec 2025 02:10 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42316 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
