Search for collections on Undip Repository

Pengaruh Variasi Suhu Terhadap Intensitas Fluoresensi Carbon Dots dari Bahan Baku Bayam dan Aplikasinya Sebagai Detektor Antibiotik Ciprofloxacin (CIP)

RAMADHAN, Hanif Haidar (2026) Pengaruh Variasi Suhu Terhadap Intensitas Fluoresensi Carbon Dots dari Bahan Baku Bayam dan Aplikasinya Sebagai Detektor Antibiotik Ciprofloxacin (CIP). Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (180kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf

Download (599kB)
[thumbnail of 4. KATA PENGANTAR.pdf] Text
4. KATA PENGANTAR.pdf

Download (213kB)
[thumbnail of 5. ABSTRAK.pdf] Text
5. ABSTRAK.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of 6. ABSTRACT.pdf] Text
6. ABSTRACT.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (203kB)
[thumbnail of 9. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
9. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of 14. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
14. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (208kB)

Abstract

Fluoresensi carbon Dots (CDs) telah menarik perhatian luas dalam bidang
sensing kimia dan biomedis karena sifat optiknya yang unik serta
biokompatibilitasnya yang tinggi. Dalam penelitian ini, bayam digunakan sebagai
prekursor alami untuk mensintesis CDs menggunakan metode hidrotermal dengan
variasi suhu 120 °C, 140 °C, dan 160 °C selama 7 jam. Hasil uji UV-Vis
menunjukkan puncak serapan utama pada 290 nm yang mengindikasikan transisi
π→π* dari gugus aromatik C=C, dan pada 330 nm yang berasal dari transisi n→π*
pada gugus C=O. Uji photoluminescence (PL) memperlihatkan peningkatan
intensitas fluoresensi dari 122 a.u pada 120 °C menjadi 167 a.u pada 140 °C, dan
mencapai 258 a.u pada 160 °C dengan panjang gelombang emisi maksimum sekitar
465 nm. Peningkatan suhu sintesis terbukti meningkatkan intensitas fluoresensi
akibat terbentuknya struktur konjugasi aromatik yang lebih teratur. Aplikasi CDs
sebagai detektor antibiotik Ciprofloxacin (CIP) menunjukkan hasil yang sensitif, di
mana penambahan 688 ppm CIP ke dalam larutan CDs (160 °C) meningkatkan
intensitas
fluoresensi hingga 260%. Pemilihan CIP didasarkan pada
penggunaannya yang luas dan sering terdeteksi sebagai residu di limbah rumah
sakit maupun perairan, sehingga CDs berbasis bayam ini berpotensi tinggi sebagai
sensor fluoresen ramah lingkungan untuk deteksi CIP secara cepat dan efisien.
Kata Kunci : Carbon dots, daun bayam, hidrotermal, sensor antibiotik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 16 Dec 2025 11:00
Last Modified: 16 Dec 2025 11:00
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42244

Actions (login required)

View Item View Item