DIAMANTA, ANDICA and PANGARSA, EKO ADHI and Setiawan, Budi (2025) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN EFEK SAMPING KEMOTERAPI DERAJAT BERAT DAN SANGAT BERAT PASIEN KANKER PAYUDARA METASTATIK DI RSDK TAHUN 2021–2024. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK-THESIS-ANDICA DIAMANTA)
Abstract-Thesis-Andica Diamanta.pdf Download (156kB) |
Abstract
Latar Belakang: Efek samping kemoterapi derajat berat dan sangat berat membatasi manfaat paliatif kemoterapi sistemik pada kanker payudara metastatik (KPM), sementara data faktor prediktor toksisitas derajat 3–5 dari pusat onkologi Indonesia masih terbatas.
Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor terkait pasien, penyakit, dan terapi yang berhubungan dengan terjadinya efek samping kemoterapi derajat berat dan sangat berat (CTCAE grade 3–5) pada pasien KPM yang dirawat di RSUP Dr. Kariadi Semarang periode 2021–2024.
Metode: Studi kasus–kontrol senter tunggal, menggunakan rekam medis elektronik pasien perempuan dengan kanker payudara stadium IV (de novo maupun rekuren) yang menerima kemoterapi di RSUP Dr. Kariadi Semarang antara Januari 2021–Desember 2024. Kasus adalah pasien yang mengalami ≥1 efek samping kemoterapi akut paska kemo (onset ≤2 minggu), derajat keparahan CTCAE grade 3–5 (n=60), sedangkan kontrol hanya mengalami efek samping grade 0–2 (n=60). Variabel yang dikumpulkan meliputi usia, status performa ECOG, komorbiditas, parameter hematologi dan biokimia dasar, subtipe molekuler, jumlah dan lokasi metastasis, kepatuhan terhadap pedoman, serta penggunaan rejimen tunggal versus kombinasi pada setiap lini kemoterapi. Perbandingan kelompok menggunakan uji T Welch dan uji χ². Rasio odds (OR) dengan confidence interval (CI) 95% didapat dari analisis bivariat uji χ²; prediktor bermakna dari analisis bivariat kemudian dimasukkan ke regresi logistik multivariat dengan metode backward likelihood ratio (LR).
Hasil: Karakteristik dasar (usia, jumlah lokasi metastasis, komorbiditas, dan parameter laboratorium baseline) sebanding antara kelompok (seluruh p>0,05). Pada analisis bivariat, status performa ECOG (ECOG PS) >2 (OR 4,09; p=0,002), kemoterapi lini pertama kombinasi (OR 3,27; p=0,003), kemoterapi lini kedua kombinasi (OR 17,50; p=0,009), serta ketidaktaatan terhadap pedoman klinis (OR 4,00; p=0,001) berasosiasi dengan kejadian ESO berat, sedangkan subtipe molekuler tidak bermakna. Pada analisis multivariat, hanya kemoterapi lini kedua kombinasi yang tetap menjadi prediktor independen (OR 17,50; IK95% 1,88–163,01; p=0,012).
Kesimpulan: Dalam studi kasus–kontrol retrospektif KPM ini, ESO kemoterapi derajat berat dan sangat berat berasosiasi dengan faktor terkait pasien dan faktor terkait terapi pada analisis bivariat. Pada regresi logistik multivariat, kemoterapi lini kedua kombinasi merupakan satusatunya prediktor independen kejadian ESO derajat tinggi (OR 17,50; IK95% 1,88–163,01; p=0,012). Penguatan kepatuhan tatalaksana terhadap pedoman serta pemilihan (atau menghindari) rejimen kemoterapi kombinasi terutama setelah lini pertama dan pada pasien dengan status performa menurun berpotensi menurunkan toksisitas derajat tinggi. Temuan ini mendukung kehati-hatian penggunaan kemoterapi kombinasi setelah lini pertama dan memprioritaskan strategi monoterapi sekuensial sesuai pedoman bila memungkinkan.
Kata kunci: kanker payudara metastatik; kemoterapi; efek samping.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kanker payudara metastatik; kemoterapi; efek samping |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 15 Dec 2025 07:16 |
| Last Modified: | 15 Dec 2025 07:16 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42180 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
