Search for collections on Undip Repository

Hubungan Durasi Penggunaan Komputer, Tingkat Stres Kerja, dan Divisi Kerja dengan Keparahan Nyeri Leher (Studi pada Pegawai Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Semarang)

Sepyan, Arafat Ahmad and Sugianto, Maria Belladonna Rahmawati (2025) Hubungan Durasi Penggunaan Komputer, Tingkat Stres Kerja, dan Divisi Kerja dengan Keparahan Nyeri Leher (Studi pada Pegawai Bank Rakyat Indonesia Kantor Cabang Semarang). Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-KTI] Text (ABSTRAK-KTI)
ABSTRAK-KTI.pdf

Download (143kB)

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami oleh pekerja kantoran. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 24,7% (Riskesdas 2019). Peningkatan kasus ini tidak lepas dari perkembangan teknologi yang mendorong peningkatan penggunaan komputer di tempat kerja. Menurut OECD, lebih dari 95% bisnis di negara-negara anggotanya telah menggunakan internet dan komputer pada 2020. Pola kerja ini menyebabkan posisi duduk statis dalam waktu lama, postur tidak ergonomis, kurangnya peregangan, serta stres kerja yang dapat meningkatkan ketegangan otot leher. Penelitian sebelumnya umumnya menilai durasi penggunaan komputer dan stres kerja secara terpisah tanpa mempertimbangkan perbedaan karakteristik antar divisi kerja.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara durasi penggunaan komputer, tingkat stres kerja, dan divisi kerja dengan keparahan nyeri leher pada pegawai bank.
Metode: Studi observasional analitik dengan desain cross-sectional pada 101 subjek. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Neck Disability Index (NDI) versi Indonesia dan Survei Diagnosis Stres Kerja (SDSK). Durasi penggunaan komputer dikategorikan dengan batas 5 jam/hari. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi penggunaan komputer, jenis kelamin, dan IMT dengan keparahan nyeri leher. Namun, tingkat stres kerja dan divisi kerja menunjukkan hubungan signifikan. Pegawai dengan stres sedang-berat berisiko 2,2 kali lebih tinggi mengalami nyeri leher dan pegawai divisi pemasaran berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan divisi operasional.
Kesimpulan: Stres kerja dan divisi kerja berhubungan signifikan dengan keparahan nyeri leher, sedangkan durasi penggunaan komputer tidak menunjukkan hubungan siginfikan dengan keparahan nyeri leher.
Kata Kunci: Nyeri leher, Durasi komputer, Stres kerja, Divisi kerja

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Nyeri leher, Durasi komputer, Stres kerja, Divisi kerja
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 16 Dec 2025 07:48
Last Modified: 16 Dec 2025 07:48
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42136

Actions (login required)

View Item View Item