RAHAYU, APRILLIA ANDIKA (2025) HUBUNGAN FAKTOR SOSIODEMOGRAFI DAN RIWAYAT MALARIA DENGAN KEKEBALAN MALARIA VIVAX MELALUI SEROPREVALENSI ANTI-Pv12 DI PERBUKITAN MENOREH. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
REPO APRILLIA.pdf - Published Version Download (448kB) |
Abstract
Latar belakang: Perbukitan Menoreh di Kabupaten Purworejo merupakan wilayah yang mengalami re-emerging malaria pada 2021–2022, dengan Plasmodium vivax sebagai penyebab 100% kasus pada 2024. Penguatan surveilans malaria untuk mendukung upaya eliminasi dapat dilakukan melalui sero-surveilans, sehingga diperlukan data seroprevalensi komprehensif. Tujuan: Mengetahui seroprevalensi anti-Pv12 pada masyarakat Perbukitan Menoreh serta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan desain studi cross-sectional dengan uji t independen dan Mann-Whitney U. Populasi terjangkau adalah penduduk Desa Sedayu, Kemejing, Kembaran, dan Wadas yang telah menetap ≥3 bulan. Sebanyak 30 sampel per desa dikumpulkan (n = 120) pada Agustus–November 2025. Hasil: Mayoritas responden berada pada usia produktif (80,00%), berjenis kelamin seimbang (50,00%; 50,00%), berpendidikan rendah (79,17%), dan bekerja pada kategori outdoor (50,83%). Sebanyak 64,17% responden terdeteksi antibodi anti-Pv12, dengan seropositivitas tertinggi di Desa Kemejing (86,67%). Di Sedayu, anti-Pv12 hanya berbeda signifikan berdasarkan tingkat pendidikan (p = 0,005). Di Kemejing, tidak ditemukan perbedaan signifikan anti-Pv12 pada seluruh faktor. Di Kembaran, perbedaan signifikan anti-Pv12 muncul berdasarkan aktivitas pemberian pakan ternak malam hari (p < 0,001). Di Wadas, perbedaan signifikan anti-Pv12 ditemukan berdasarkan jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, paparan nyamuk luar dan dalam rumah, serta penggunaan kelambu dan repelen (p <0,001; 0,023; <0,001; <0,001; 0,010; 0,025). Kesimpulan: Tingginya seroprevalensi anti-Pv12 yang terdeteksi pada responden mengindikasikan hidden transmission malaria vivax pada masyarakat Perbukitan Menoreh. Kondisi ini menegaskan perlunya evaluasi intervensi serta penyelidikan epidemiologi lanjutan untuk mengidentifikasi kasus tersembunyi malaria vivax di kawasan tersebut.
Kata kunci : Malaria, Plasmodium vivax, seroprevalensi, Pv-12, antibodi
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Public Health |
| Divisions: | Faculty of Public Health > Department of Public Health |
| Depositing User: | endah nurkhayati |
| Date Deposited: | 12 Dec 2025 02:40 |
| Last Modified: | 12 Dec 2025 02:40 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42099 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
