Sartini, D. Nina and Widyastiti, Nyoman Suci and Widyaningrum, Dian (2025) Parameter Inflamasi dan Inkompatibilitas Sebagai Faktor Risiko Terbentuknya Aloantibodi pada Pasien Transfusion Dependent Thalassemia. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK)
D.NINA SARTINI-22041522310001-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (230kB) |
Abstract
Latar belakang: Transfusion-dependent thalassemia (TDT) memerlukan transfusi darah berulang seumur hidup untuk mempertahankan kadar hemoglobin. Transfusi berulang dapat memicu iron overload dan inflamasi kronik yang menyebabkan disregulasi sistem imun. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pembentukan aloantibodi terhadap antigen eritrosit donor. Parameter inflamasi seperti monocyte-lymphocyte ratio (MLR) dan feritin dapat mencerminkan derajat inflamasi kronik. Inkompatibilitas transfusi yang ditandai dengan hasil direct antiglobulin test (DAT) positif dan riwayat inkompatibilitas sebelumnya juga dapat memicu sensitisasi imun.
Tujuan: Membuktikan parameter inflamasi (MLR dan feritin) dan inkompatibilitas (DAT dan riwayat inkompatibilitas) sebagai faktor risiko terbentuknya aloantibodi pada pasien TDT di RS Dr. Kariadi.
Metode: Penelitian observasional dengan desain cross-sectional dilakukan pada 43 pasien TDT di RS Dr. Kariadi (Juli–Agustus 2025) dengan metode consecutive sampling. Pemeriksaan hematologi rutin menggunakan hematology analyzer berbasis impedansi, kadar feritin dengan chemiluminescent immunoassay (CLIA), skrining antibodi dengan gel test, serta DAT menggunakan gel card direct antiglobulin test. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square/Fisher’s Exact, serta kurva ROC untuk menentukan nilai cut off MLR dan feritin dengan tingkat kemaknaan p<0,05.
Hasil: Dari 43 pasien, 3 (7,0%) ditemukan aloantibodi positif. Nilai cut off MLR adalah 0,274 (AUC 72,7%, p=0,043), dengan 20 pasien (46,5%) memiliki MLR ≥0,274. Tidak terdapat hubungan bermakna antara MLR dan aloantibodi (p=0,308). Feritin memiliki cut off 2186,7 ng/mL (AUC 84,2%, p=0,010); 33 pasien (76,7%) memiliki kadar ≥2186,7 ng/mL. Terdapat hubungan signifikan antara feritin dan aloantibodi (p=0,010) namun bukan sebagai faktor risiko terbentuknya aloantibodi. DAT positif ditemukan pada 22 pasien (51,2%) tetapi tidak berhubungan signifikan dengan aloantibodi (p=0,125). Riwayat inkompatibilitas transfusi tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05).
Simpulan: MLR, Feritin, DAT, dan riwayat inkompatibilitas tidak terbukti sebagai faktor risiko terbentuknya aloantibodi pada pasien TDT
Kata kunci: transfusion dependent thalassemia, aloantibodi, monocyte lymphocyte ratio, feritin, direct antiglobulin test, inkompatibilitas transfusi
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | transfusion dependent thalassemia, aloantibodi, monocyte lymphocyte ratio, feritin, direct antiglobulin test, inkompatibilitas transfusi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 11 Dec 2025 03:24 |
| Last Modified: | 11 Dec 2025 03:24 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/42004 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
