EMIANTO, Yohanes Brahmo and Hermawan, Ferry and Helmi, Muhammad (2025) PENYUSUNAN ZONA PEMANFAATAN AIR TANAH BERDASARKAN ANALISIS GEOSPASIAL KOTA PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH. Masters thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
Cover aja.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
Cover-Daftar isi-Abstrak.pdf Restricted to Repository staff only Download (488kB) |
|
|
Text
BAb I Pendahuluan.pdf Download (897kB) |
|
|
Text
Bab II Tinjauan Pustaka.pdf Download (3MB) |
|
|
Text
BAB III Metode Penelitian.pdf Restricted to Repository staff only Download (590kB) |
|
|
Text
Bab IV Hasil dan Pembahasan.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text
Bab V Kesimpulan dan Saran.pdf Restricted to Repository staff only Download (252kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Tahun 2022 telah disusun peta zona pemanfaatan air tanah di Kota Pekalongan, dan selanjutnya telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 544/29 Tahun 2023. Penetapan zona pemanfaatan air tanah di Kota Pekalongan dapat berdampak pada keberlangsungan kegiatan masyarakat di Kota Pekalongan karena sumber air bersih di Pekalongan selain dari air tanah hanya dipenuhi oleh Perumda Air Bersih yang belum bisa menyukupi kebutuhan air bersih. Pengambilan air tanah yang cenderung fluktuatif dari waktu ke waktu. Kondisi tersebut dapat menurunkan ketersediaan, menurunkan mutu, dan melemahkan daya dukung lingkungan di wilayah terkait, serta dapat menimbulkan penurunan muka air tanah dan amblesan tanah. Dalam rangka mengantisipasi terjadinya degradasi lingkungan yang lebih lanjut, evaluasi terhadap pengelolaan air tanah menjadi langkah penting yang perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi dan perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui informasi tentang sebaran zona pemanfaatan khususnya di Kota Pekalongan yang disajikan dalam sistem informasi geografis.
Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan wilayah Kota Pekalongan maka analisis dan evaluasi zona pemanfaatan air tanah dapat dijadikan sebagaiupaya pengendalian daya rusak air tanah. Upaya mengendalikan potensi kerusakan dapat dilakukan melalui pengelolaan yang memperhatikan karakteristik akuifer, guna mewujudkan pemanfaatan air tanah yang lestari dan berkelanjutan. Pada tahun 2025 zona pemanfaatan air tanah dibagi menjadi 4 zona, yaitu zona aman dengan luas 4,120 km2 atau 9,10 %, zona rawan dengan luas 18,150 km2 atau 40,11 %, zona kritis dengan luas 17,890 km2 atau 39,54 %, dan zona rusak dengan luas 5,09009 km2 atau 11,250 % dari total wilayah Kota Pekalongan. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan rujukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam pengambilan kebijakan pengelolaan air tanah sesuai kewenangannya
Kata Kunci : Air Tanah, Zona Pemanfaatan, Penurunan Muka Tanah, Analisis Geospasial.
In 2022, a groundwater utilization zoning map was developed for Pekalongan City, which was subsequently legalized through the Governor’s Decree Number 544/29 of 2023. The establishment of groundwater utilization zones in Pekalongan City may significantly affect the sustainability of community activities, since the only alternative source of clean water, provided by the Regional Public Water Utility (Perumda Air Bersih), has not yet met the city’s clean water demand. Groundwater extraction, which tends to fluctuate over time, may reduce availability, lower quality, and weaken the environmental carrying capacity of the region, as well as cause groundwater table decline and land subsidence. To anticipate further environmental degradation, evaluation of groundwater management becomes an essential step as part of mitigation efforts and sustainable improvements. This study aims to update information on the spatial distribution of groundwater utilization zones in Pekalongan City, presented through a geographic information system (GIS).
In line with the growth and development of Pekalongan City, analysis and evaluation of groundwater utilization zones can serve as a control measure against groundwater-related hazards. Potential damage can be mitigated through management practices that consider aquifer characteristics, in order to achieve sustainable and long-term groundwater utilization. By 2025, groundwater utilization zones are divided into four categories: safe zone covering 4.120 km² (9.10%), vulnerable zone covering 18.150 km² (40.11%), critical zone covering 17.890 km² (39.54%), and damaged zone covering 5.09009 km² (11.25%) of the total area of Pekalongan City. The results of this study can be used as a reference by the Provincial Government of Central Java in formulating groundwater management policies in accordance with its authority.
Keywords: Groundwater, Utilization Zones, Land Subsidence, Geospatial Analysis
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Air Tanah, Zona Pemanfaatan, Penurunan Muka Tanah, Analisis Geospasial |
| Subjects: | Engineering |
| Divisions: | Postgraduate Program > Master Program in Environmental Science |
| Depositing User: | ekana listianawati |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 08:51 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 08:51 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41989 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
