Siwi, Citra Kumala (2025) RENCANA POTENSI RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KOTA MAGELANG. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (504kB) |
|
|
Text
BAB 1 Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (873kB) |
|
|
Text
BAB 2Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (800kB) |
|
|
Text
BAB 3 Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB 4 Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB 5 Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text
DAFPUS Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Download (207kB) |
|
|
Text
Laporan TA Final_CITRA KUMALA SIWI_PTRP.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Dinamika suatu perkotaan terus berubah akibat adanya peningkatan jumlah penduduk. Pembangunan dilakukan
dengan tujuan untuk menyediakan ruang bagi penduduk, namun hal tersebut membuat semakin berkurangnya
Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang Terbuka Hijau adalah area yang memanjang atau mengelompok yang
penggunaannya secara terbuka sebagai tempat tumbuhnya tanaman baik yang ditaman maupun yang tumbuh
secara liar. Kondisi eksisting RTH Kota Magelang belum mencapai 30% dari luas wilayah. Berdasarkan Peraturan
Menteri Pekerjaan Umum No. 5 Tahun 2008 Tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka
Hijau di Kawasan Perkotaan telah disebutkan bahwa luas minimal RTH adalah 30% dari luas wilayah yang terdiri
dari 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Luas RTH publik Kota Magelang yang saat ini hanya 10,12%
disebabkan oleh beberapa faktor seperti meningkatnya jumlah penduduk, peningkatan lahan terbangun, dan
keterbatasan lahan. Faktor yang secara tidak langsung turut berpengaruh adalah kerjasama antara pemerintah
daerah dengan lembaga swasta dan masyarakat belum berjalan dengan baik. Dampak yang terjadi sebagai akibat
dari kurangya RTH publik diantaranya penurunan kualitas lingkungan seperti, peningkatan suhu udara, kurangnya
daerah resapan air hujan, dan penyakit pernafasan yang timbul akibat pencemaran udara. Penelitian ini memakai
metode campuran melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang berupa teknik analisis spasial dan analisis
Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT). Analisis overlay (intersect) digunakan untuk
mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menjadi Ruang Terbuka Hijau publik. Selanjutnya lokasi prioritas
ditentukan dengan beberapa variabel yaitu lahan potensial, aksesibilitas, status lahan, dan kemiringan lereng.
Analisis SWOT digunakan sebagai alat penentuan strategi-strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan
RTH. Hasil penelitian ini meliputi perhitungan kekurangan RTH publik di Kota Magelang seluas 182,64 hektar,
analisis lahan yang berpotensi menjadi RTH seluas 316,09 hektar, analisis prioritas lahan potensi RTH publik
seluas 270,453 hektar dengan 15 kelas prioritas, dan yang terakhir merupakan hasil analisis SWOT yang berupa
matriks I-E berada di kuadran IV (grow and build) dan merujuk pada strategi S-O yang bersifat intensif dan
integatif. Strategi intensif yaitu strategi yang menekankan terhadap pengembangan dan pengoptimalan lahan
dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengambil keuntungan. Strategi yang dapat
dilakukan diantaranya adalah memanfaatkan bantuan dari pemerintah berupa lahan aset pemerintah yang
berpotensi menjadi RTH publik, kerjasama dengan pihak swasta untuk serah terima PSU perumahan yang berupa
taman, kerjasama untuk mengembangkan RTH publik berbasis wisata. Sedangkan integratif memerlukan
keterlibatan seluruh komponen masyarakat, integrasi ke depan melalui kolaborasi dengan masyarakat dengan
pelibatan komunitas hijau untuk pengelolaan RTH publik. Integrasi ke belakang dengan meningkatkan sumber
daya pendukung RTH publik seperti bekerja sama dengan institusi pendidikan untuk pengembangan metode
konservasi. Integrasi horizontal dilakukan melalui kerja sama antar OPD untuk mengintegrasikan pengembangan
RTH publik dengan sektor pariwisata.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lahan Potensi RTH, Prioritas Lahan Potensi RTH Publik, Pengembangan RTH publik, Strategi Pengembangan RTH Publik |
| Subjects: | Engineering > Urban and Regional Planning |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Urban and Regional Planning |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 09 Dec 2025 08:14 |
| Last Modified: | 09 Dec 2025 08:14 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41983 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
