Putri, Salsabila Anindias and Cahyaningtyas, Irma and Wibawa, Kadek Cahya Susila (2025) PERAN ALAT BUKTI CLOSED CIRCUIT TELEVISION DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Mungkid Nomor 47/Pid.B/2024/PN Mkd). _093 Acara 2025. Undergraduate thesis, Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
|
Text
Salsabila Anindias Putri_COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (509kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_ABSTRAK.pdf Download (6kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_BAB I.pdf Restricted to Repository staff only Download (109kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (157kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (200kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (11kB) |
|
|
Text
Salsabila Anindias Putri_DAFPUS.pdf Download (80kB) |
Abstract
Pembuktian merupakan tahap terpenting dalam proses pemeriksaan perkara pidana di persidangan karena menjadi dasar bagi hakim dalam memutus perkara. Alat bukti yang digunakan dalam pembuktian adalah alat bukti konvensional yang seiring berkembangnya teknologi berkembang pula alat bukti berupa alat bukti elektronik. Salah satu bentuk alat bukti elektronik adalah Closed Circuit Television (CCTV). Walaupun demikian, berdasarkan Putusan Nomor 47/Pid.B/2024/PN Mkd mengenai tindak pidana pencurian adanya CCTV tidak dipertimbangkan sebagai alat bukti, melainkan CCTV dipertimbangkan sebagai barang bukti.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjabarkan pengaturan alat bukti dalam pembuktian tindak pidana dan untuk mengetahui dan menganalisis peran alat bukti CCTV dalam pembuktian tindak pidana pencurian.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian, yaitu penelitian hukum doktrinal dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan dan analisis data kualitatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan alat bukti dalam pembuktian tindak pidana, terdiri dari alat bukti konvensional yang diatur di dalam Pasal 184 KUHAP dan alat bukti elektronik yang diatur di dalam Pasal 26 A Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 5 ayat (1) dan (2) jo. Pasal 44 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selain itu, CCTV memiliki peran yang berbeda tergantung pada jenis tindak pidana yang mana CCTV dapat berperan sebagai alat bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana khusus dan CCTV dapat berperan sebagai barang bukti dalam pembuktian tindak pidana umum.
Kata Kunci: alat bukti, Closed Circuit Television, tindak pidana pencurian
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | alat bukti, Closed Circuit Television, tindak pidana pencurian |
| Subjects: | Law |
| Divisions: | Faculty of Law > Department of Law |
| Depositing User: | Mr Perpus FH1 |
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 01:20 |
| Last Modified: | 08 Dec 2025 01:20 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41861 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
