AKBAR, Faisal and Hadiyanto, Hadiyanto and Widodo, Catur Edi (2025) EVALUASI APLIKASI PERANGKAT BERGERAK SEBAGAI MEDIA DIGITALISASI PARIWISATA SEJARAH BERBASIS MODEL BISNIS REALITAS BERIMBUH MENGGUNAKAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL. Doctoral thesis, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
|
Text
cover aja.pdf Download (271kB) |
|
|
Text
Cover Lengkap - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Download (498kB) |
|
|
Text
BAB II - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Download (1MB) |
|
|
Text
BAB III - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB IV - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Restricted to Repository staff only Download (389kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Download (399kB) |
|
|
Text
Lampiran - Faisal Akbar (30000320510023).pdf Restricted to Repository staff only Download (609kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan transformasi digital dalam sektor pariwisata sejarah yang mampu menjawab tantangan rendahnya minat generasi muda terhadap situs budaya, keterbatasan akses terhadap artefak fisik, serta kurangnya media interpretatif yang menarik dan interaktif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan serta menguji efektivitas sebuah model bisnis berbasis teknologi realitas berimbuh (Augmented Reality/AR) yang terintegrasi dalam aplikasi perangkat bergerak guna meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan di objek wisata sejarah, khususnya Keraton Kasepuhan Cirebon. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji penerimaan pengguna terhadap aplikasi AR tersebut dengan mengadopsi pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang diperluas dengan konstruk eksternal berupa Motivasi Wisatawan (Tourist Motivation/TM), serta membuktikan kontribusi teknologi AR sebagai media edukatif, interaktif, dan strategis dalam pelestarian warisan budaya.
Metodologi yang digunakan melibatkan pengembangan aplikasi AR yang mengintegrasikan pemindaian QR Code dan visualisasi 3D dari artefak sejarah, diimplementasikan langsung pada situs Keraton Kasepuhan. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan kuantitatif terhadap pengguna wisata, dengan pengujian model melalui analisis jalur (path analysis) dan validitas konstruk. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua konstruk dalam model TAM, yaitu Persepsi Kemudahan dalam Penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU), Persepsi Kebermanfaatan (Perceived Usefulness/PU), Sikap terhadap Penggunaan (Attitde Toward Using/ATU), Minat Perilaku (Behavioral Intention/BI), dan Penggunaan Sistem Sesungguhnya (Actual Use/AU), menunjukkan hubungan yang yang terikat sesuai dengan hasil model akhir hipotesis penelitian dalam membentuk sikap dan minat perilaku pengguna terhadap penggunaan aplikasi secara nyata. Dimana konstruk PU secara khusus terbukti sebagai konstruk paling dominan yang mempengaruhi ATU dan BI, sedangkan TM secara signifikan memengaruhi PU dan BI dalam memperkuat argumen bahwa aplikasi AR yang edukatif dan kontekstual sangat relevan bagi wisatawan yang memiliki dorongan kognitif dan budaya.
Aplikasi yang dikembangkan tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman sejarah dan keterlibatan wisatawan secara visual dan interaktif, tetapi juga menunjukkan kemudahan penggunaan dan efektivitas dari sisi edukatif. Dari sisi praktis, keberhasilan sistem tercermin dari peningkatan drastis jumlah kunjungan ke Keraton Kasepuhan Cirebon pada tahun 2024, yang hampir dua kali lipat dari rerata lima tahun sebelumnya, menegaskan peran signifikan teknologi AR dalam menarik minat wisatawan. Selain itu, penelitian ini menyempurnakan model bisnis realitas berimbuh dengan menambahkan tiga komponen utama, yakni analisis perilaku wisatawan, eksplorasi data, dan strategi digitalisasi, yang terbukti relevan dan dapat digeneralisasi untuk objek wisata sejarah lain dengan karakteristik serupa.
Nilai kebaruan dari penelitian ini dengan menghadirkan pendekatan baru dengan mengintegrasikan pengembangan model bisnis berbasis realitas berimbuh dan aplikasi digital interaktif dalam konteks pariwisata sejarah. Kebaruan terletak pada penggunaan model TAM yang diperluas dengan variabel eksternal Motivasi Wisatawan, penerapan algoritma FAST untuk optimalisasi pemicu AR, serta evaluasi langsung di situs budaya nyata guna menjamin validitas ekologis. Aplikasi yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran sejarah interaktif berbasis 3D. Kontribusi ini memperkuat peran sistem informasi dalam pelestarian budaya dan transformasi digital sektor pariwisata sejarah di era ekonomi kreatif.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan teknologi realitas berimbuh dalam bentuk aplikasi berbasis AR merupakan solusi yang efektif untuk meningkatkan pengalaman wisata sejarah, memperkaya interpretasi budaya, serta mendukung pelestarian warisan budaya secara modern dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan model penerimaan teknologi berbasis budaya, kontribusi praktis terhadap pengelolaan destinasi pariwisata sejarah, serta kontribusi teknis melalui penerapan algoritma FAST dalam pemicu visual AR, menjadikan aplikasi ini sebagai inovasi unggulan dalam ekosistem ekonomi kreatif dan transformasi digital pariwisata sejarah.
Kata kunci: pariwisata sejarah, realitas berimbuh, technology acceptance model, digitalisasi, model bisnis, motivasi wisatawan
This research is driven by the need for digital transformation in the heritage tourism sector to address the challenges of declining interest among younger generations in cultural sites, limited access to physical artifacts, and the lack of engaging and interactive interpretive media. The primary objective of this study is to develop and evaluate the effectiveness of a business model based on Augmented Reality (AR) technology, integrated into a mobile application, to enhance the visitor experience at historical tourism sites, specifically at Keraton Kasepuhan Cirebon. The study also aims to assess user acceptance of the AR application by adopting an extended Technology Acceptance Model (TAM) with an external construct: Tourist Motivation (TM). Furthermore, it seeks to demonstrate AR’s potential as an educational, interactive, and strategic medium for cultural heritage preservation.
The methodology involves developing an AR application that integrates QR code scanning and 3D visualization of historical artifacts, implemented directly at the Keraton Kasepuhan site. Evaluation was conducted using a quantitative approach with tourist users, employing path analysis and construct validity testing. The results show that all TAM constructs, Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Attitude Toward Using (ATU), Behavioral Intention (BI), and Actual Use (AU are significantly related, confirming the hypothesized model in shaping user attitudes and intentions toward actual system use. Notably, PU emerged as the most influential construct on ATU and BI, while TM significantly influenced both PU and BI, supporting the argument that educational and contextual AR applications are highly relevant for tourists with cognitive and cultural motivations.
The developed application not only enhanced historical understanding and visual-interactive engagement but also demonstrated ease of use and educational effectiveness. Practically, the system's success is reflected in the significant increase in tourist visits to Keraton Kasepuhan in 2024, nearly doubling the five-year average, affirming the pivotal role of AR technology in attracting historical tourism interest. Moreover, this study refines the AR business model by incorporating three key components: tourist behavior analysis, data exploration, and digitalization strategy, proving to be relevant and generalizable to other heritage sites with similar characteristics.
The novelty of this research lies in its integrative approach that combines AR-based business model development with an interactive digital application in the context of historical tourism. It introduces an extended TAM model with Tourist Motivation as an external variable, applies the FAST (Features from Accelerated Segment Test) algorithm to optimize AR triggers, and conducts real-site evaluations to ensure ecological validity. The application functions not only as an informational tool but also as a 3D-based interactive learning medium. This contribution strengthens the role of information systems in cultural preservation and the digital transformation of heritage tourism in the creative economy era.
In conclusion, the implementation of AR technology through this mobile application proves to be an effective solution to enhance historical tourism experiences, enrich cultural interpretation, and support the modern and sustainable preservation of cultural heritage. The findings contribute theoretically to the development of culturally-based technology acceptance models, practically to the management of heritage tourism destinations, and technically through the application of the FAST algorithm in visual AR triggers, establishing the application as a leading innovation in the creative economy and digital transformation of historical tourism.
Keywords: historical tourism, augmented reality, technology acceptance model, digitalization, business model, tourist motivation
| Item Type: | Thesis (Doctoral) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | pariwisata sejarah, realitas berimbuh, technology acceptance model, digitalisasi, model bisnis, motivasi wisatawan |
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Postgraduate Program > Doctor Program in Information System |
| Depositing User: | ekana listianawati |
| Date Deposited: | 05 Dec 2025 07:26 |
| Last Modified: | 05 Dec 2025 07:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41850 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
