Search for collections on Undip Repository

Pendekatan DNA Metabarcoding dalam Identifikasi Diversitas Mikrobiota Laut di Kawasan Pesisir Kepulauan Karimunjawa, Jepara

Al Mira, Al Mira (2024) Pendekatan DNA Metabarcoding dalam Identifikasi Diversitas Mikrobiota Laut di Kawasan Pesisir Kepulauan Karimunjawa, Jepara. Undergraduate thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (443kB)
[thumbnail of 3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf] Text
3. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (222kB) | Request a copy
[thumbnail of 5. ABSTRAK.pdf] Text
5. ABSTRAK.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of 6. ABSTRACT.pdf] Text
6. ABSTRACT.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (144kB)
[thumbnail of 11. BAB I.pdf] Text
11. BAB I.pdf

Download (181kB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional di Kabupaten
Jepara, Jawa Tengah yang terkenal akan kekayaan sumber daya alam bawah
lautnya. Tingginya aktivitas antropogenik seperti akuakultur, pariwisata, perikanan
tangkap, dan dermaga di kawasan tersebut dapat menyebabkan ancaman terhadap
daerah pesisir diantaranya erosi pantai, intrusi air laut, dan kerusakan lingkungan.
Oleh karena itu, dibutuhkan upaya penilaian kondisi lingkungan perairan melalui
identifikasi mikroorganisme dengan teknik molekuler (DNA metabarcoding).
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji diversitas mikrobiota laut dan potensinya
sebagai indikator perubahan lingkungan di kawasan pesisir Kepulauan
Karimunjawa. Sampel eDNA dikoleksi dari permukaan perairan dan difiltrasi
menggunakan kertas saring dengan ukuran pori 0,45 µm, dilanjutkan dengan
sampel diekstraksi menggunakan Zymo Fecal/Soil DNA Kit dan tingkat kemurnian
DNA diukur menggunakan spektrofotometri Nanodrop. Sekuensing DNA
menggunakan penanda genetik 16S rRNA pada region V3-V4 dan teknologi Next
Generation Sequencing (NGS) platform Illumina MiSeq. Hasil sekuensing
dianalisis menggunakan QIIME2 dan R Studio. Pada ketiga lokasi penelitian
teridentifikasi keanekaragaman mikrobiota yang tergolong tinggi dengan komposisi
2 kingdom, 11 filum, 11 kelas, 11 ordo, dan 12 famili. Sebagian besar taksa yang
berada di lokasi antropogenik lebih banyak berpotensi sebagai bakteri patogen.
Sedangkan pada lokasi non-antropogenik, mayoritas taksanya memiliki peran
ekologis yang bervariasi dan cenderung menguntungkan bagi lingkungan akuatik.
Keberadaan mikrobiota laut dari famili Arcobacteraceae (filum Campilobacterota)
dan Nitrincolaceae (filum Proteobacteria) mengindikasikan bahwa lingkungan
perairan pada lokasi antropogenik (dekat dengan akuakultur) kurang baik bagi
keberlangsungan hidup biota akuatik. Sedangkan lingkungan perairan pada lokasi
non-antropogenik (jauh dari kawasan akuakultur) memiliki kualitas air yang baik
dibuktikan dengan adanya taksa dari famili Cyanobiaceae (filum Cyanobacteria).
Kata kunci: gen 16S rRNA, DNA metabarcoding, mikroorganisme, keanekaragaman, antropogenik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Biology
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 26 Nov 2025 09:17
Last Modified: 26 Nov 2025 09:17
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41497

Actions (login required)

View Item View Item