Search for collections on Undip Repository

Efficacy of Regenerative Therapies for Erectile Dysfunction: A Systematic Review and Meta-analysis of Controlled Trials

Christanto, Abraham and WIBISONO, DIMAS SINDHU (2025) Efficacy of Regenerative Therapies for Erectile Dysfunction: A Systematic Review and Meta-analysis of Controlled Trials. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABRAHAM GITA RAMANDA-22040121320007-KTI-ABSTRAK] Text (ABRAHAM GITA RAMANDA-22040121320007-KTI-ABSTRAK)
ABRAHAM GITA RAMANDA-22040121320007-KTI-ABSTRAK.pdf

Download (147kB)

Abstract

Pendahuluan: Disfungsi ereksi (ED) merupakan kondisi umum pada pria lanjut usia, dengan respons yang terbatas terhadap terapi lini pertama pada populasi tertentu. Pendekatan regeneratif seperti platelet-rich plasma (PRP), terapi gelombang kejut intensitas rendah (Li-SWT), dan terapi sel punca menawarkan potensi manfaat dengan menargetkan patofisiologi yang mendasarinya. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis dan membandingkan efektivitas PRP, Li-SWT, dan terapi sel punca dalam meningkatkan fungsi ereksi pada pria dengan ED.
Metode: Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengikuti pedoman PRISMA. Studi yang memenuhi syarat adalah uji terkontrol pada pria dewasa dengan ED dari etiologi apa pun, yang diterapi dengan PRP, Li-SWT, atau terapi sel punca, serta melaporkan perubahan rata-rata skor International Index of Erectile Function (IIEF). Studi non-manusia dan yang tidak relevan dikeluarkan. Meta-analisis dilakukan menggunakan RevMan untuk menghitung perbedaan rata-rata gabungan (MD) dengan interval kepercayaan (CI) 95%.
Hasil: Tiga belas studi yang melibatkan 494 peserta memenuhi kriteria inklusi. Pada tiga bulan, Li-SWT menunjukkan peningkatan skor IIEF yang lebih besar secara signifikan (MD: 3,39; 95% CI: 2,36–4,42; p < 0,00001) dibandingkan PRP (MD: 1,44; 95% CI: 0,21–3,09; p = 0,09). Namun, pada enam bulan, hanya PRP yang mempertahankan efek signifikan (MD: 2,03; 95% CI: 0,26–3,81; p = 0,02), sementara Li-SWT tidak (MD: 2,59; 95% CI: –1,82–6,99; p = 0,25). Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara intervensi pada enam bulan (p = 0.82).
Kesimpulan: Li-SWT menunjukkan efek jangka pendek yang lebih kuat, sementara PRP memberikan peningkatan yang lebih berkelanjutan. Temuan ini mendukung PRP sebagai terapi regeneratif ED yang berpotensi lebih tahan lama dan menekankan perlunya studi komparatif jangka panjang.

Kata kunci: Erectile dysfunction, platelet-rich plasma, low-intensity shockwave therapy, stem cell

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Erectile dysfunction, platelet-rich plasma, low-intensity shockwave therapy, stem cell
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 26 Nov 2025 04:34
Last Modified: 26 Nov 2025 04:34
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41458

Actions (login required)

View Item View Item