Saraswati, Araminta Vania and Halleyantoro, Ryan and Istiadi, Hermawan and Muniroh, Muflihatul (2025) Efektivitas Antibakteri Nanopartikel Ekstrak Rebung Bambu Apus (Gigantochloa Apus) Terenkapsulasi Kitosan terhadap Bakteri Cutibacterium acnes. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ARAMINTA VANIA SARASWATI-22010122140052-KTI-ABSTRAK)
ARAMINTA VANIA SARASWATI-22010122140052-KTI-ABSTRAK .pdf Download (287kB) |
Abstract
Latar Belakang. Acne vulgaris (AV) adalah saat kulit mengalami kondisi inflamasi kronis akibat kolonisasi bakteri Cutibacterium acnes pada folikel pilosebasea. Penggunaan antibiotik sebagai terapi utama dapat menyebabkan resistensi bakteri dan menurunnya efektivitas pengobatan. Sehingga, diperlukan alternatif alami, seperti rebung bambu apus yang diketahui mengandung senyawa dengan potensi antibakteri. Namun, senyawa-senyawa tersebut bersifat tidak stabil, sehingga dapat dilakukan enkapsulasi menggunakan nanopartikel kitosan untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya.
Tujuan. Menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak rebung bambu apus (Gigantochloa apus) terenkapsulasi nanopartikel kitosan terhadap bakteri Cutibacterium acnes.
Metode. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan pendekatan post-test only control group. Sebanyak 27 sampel bakteri Cutibacterium acnes digunakan dan dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu F1, F2, F3, dan F4, dengan variasi perbandingan larutan kitosan:STPP:Ekstrak masing-masing sebagai berikut: (0,1:0,2:1%), (0,2:0,1:1%), (0,1:0,2:5%), dan (0,2:0,1:5%). Penelitian ini menggunakan kontrol negatif berupa akuades, dan kontrol positif berupa antibiotik klindamisin pada konsentrasi 1, 5, 10, dan 15 μg/ml. Analisis data dilakukan secara statistik untuk mengetahui perbedaan hasil pada setiap formulasi.
Hasil. Hasil analisis fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak rebung bambu apus mengandung berbagai senyawa dengan potensi aktivitas antibakteri. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap diameter zona hambat, dengan nilai p = 0,010. Formulasi F4 memberikan daya hambat terbaik dengan diameter zona hambat 22,33 ± 1,53 mm, dan potensi relatif terhadap klindamisin sebesar 1:1945.
Kesimpulan. Ekstrak rebung bambu apus (Gigantochloa apus) terenkapsulasi nanopartikel kitosan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Cutibacterium acnes.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Rebung bambu apus, Cutibacterium acnes, nanopartikel, kitosan. |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 26 Nov 2025 04:28 |
| Last Modified: | 26 Nov 2025 04:28 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41455 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
