Alfarizi, Salman (2025) Perbandingan Metode AAPM Report No. 39/NCRP Report No. 49, NCRP Report No. 147, dan BIR 2012 Dalam Perhitungan Perisai Radiasi Dinding Ruang CT-Scan. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
SALMAN ALFARIZI.zip Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (149kB) |
|
|
Text
11. ABSTRAK.pdf Download (152kB) |
|
|
Text
12. ABSTRACT.pdf Download (156kB) |
|
|
Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (239kB) |
Abstract
Evaluasi perisai radiasi merupakan langkah penting sebelum pemasangan
peralatan sinar-X baru untuk memastikan dosis radiasi yang diterima pekerja dan
masyarakat tetap di bawah nilai batas dosis yang ditetapkan oleh standar
keselamatan radiasi. Salah satu modalitas yang membutuhkan perhatian khusus
dalam perencanaan perisai radiasi adalah CT-Scan, karena menghasilkan radiasi
hambur yang dapat berdampak pada area sekitar. Berbagai metode perhitungan
telah dikembangkan untuk menentukan ketebalan perisai yang optimal, termasuk
American Association of Physicists in Medicine (AAPM) Report No. 39/National
Council on Radiation Protection and Measurements (NCRP) Report No. 49, NCRP
Report No. 147, dan British Institute of Radiology (BIR) 2012. Penelitian ini
bertujuan membandingkan metode perhitungan ketebalan perisai radiasi untuk
ruangan CT-Scan berdasarkan ketiga pedoman tersebut guna menentukan metode
yang paling sesuai dalam konteks fasilitas medis tertentu. Penelitian dilakukan di
Ruang MSCT 128 Slice GE Revolution Evo RSUP dr. Kariadi Semarang pada
periode Oktober 2024 hingga Mei 2025. Data diperoleh melalui pengukuran jarak
titik hambur, pengumpulan data Dose Length Product (DLP) dan komposisi
dinding, serta pengukuran laju dosis aktual menggunakan surveimeter. Analisis
dilakukan dengan tiga metode perhitungan ketebalan perisai (AAPM Report No.
39/NCRP Report No. 49, NCRP Report No. 147, dan BIR 2012) dan dibandingkan
terhadap Nilai Batas Dosis (NBD) untuk mengevaluasi kecukupan proteksi radiasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AAPM Report No. 39/NCRP Report
No. 49 menghasilkan ketebalan perisai lebih besar dibandingkan metode NCRP
Report No. 147 dan BIR 2012. Metode BIR 2012 dinilai paling efisien karena
mempertimbangkan hamburan pasien dan redaman gantri. Meskipun perhitungan
teoritis belum sepenuhnya menekan laju dosis di bawah NBD, hasil pengukuran
aktual menunjukkan bahwa seluruh area sudah memenuhi batas yang ditetapkan.
Kata kunci: perisai radiasi, CT-Scan, NCRP Report No. 49, NCRP Report No. 147,
dan BIR 2012.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 09:01 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 09:01 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41365 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
