Wulandari, Neni Eka (2025) Analisis Kualitas Citra Ultrasonografi pada Variasi Frekuensi. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Neni Eka Wulandari.zip Restricted to Repository staff only Download (15MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. Cover_Tugas Akhir_Neni Eka Wulandari_24040124210032.pdf Download (182kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi_Tugas Akhir_Neni Eka Wulandari_24040124210032.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
11. Abstrak_Tugas Akhir_Neni Eka Wulandari_24040124210032.pdf Download (113kB) |
|
|
Text
12. Abstract_Tugas Akhir_Neni Eka Wulandari_24040124210032.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
13. BAB I Pendahuluan_Tugas Akhir_Neni Eka Wulandari_24040124210032.pdf Download (92kB) |
Abstract
Ultrasonografi (USG) merupakan salah satu modalitas pencitraan medis noninvasif yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk
menggambarkan struktur internal tubuh. Salah satu faktor penting yang
memengaruhi kualitas citra USG adalah frekuensi transduser yang digunakan.
Frekuensi tinggi umumnya menghasilkan resolusi citra yang lebih baik namun
dengan daya tembus yang lebih rendah, sedangkan frekuensi rendah memiliki
kemampuan penetrasi yang lebih tinggi namun dengan penurunan ketajaman citra.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi frekuensi terhadap
kualitas citra pada perangkat ultrasonografi (USG), dengan fokus pada parameter
keseragaman citra, akurasi pengukuran jarak, resolusi spasial, kontras citra, dan dead
zone. Pengujian dilakukan menggunakan phantom CIRS model 040GSE dan
perangkat USG GE Logiq E pada frekuensi 1,5 MHz; 2,5 MHz; 3 MHz; dan 4,5
MHz. Penentuan hasil pada parameter image uniformity, gray scale, dan dead zone
dilakukan melalui pengamatan langsung. Sedangkan, parameter yang memerlukan
perhitungan jarak, seperti vertical dan horizontal banding, serta axial dan lateral
resolution dilakukan secara manual menggunakan tools calipers pada alat USG.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa frekuensi yang lebih tinggi memberikan resolusi
aksial dan lateral yang lebih baik pada kedalaman dangkal, namun disertai dengan
penurunan daya tembus ke bagian yang lebih dalam dari phantom. Sebaliknya,
frekuensi rendah menunjukkan kemampuan penetrasi yang lebih baik, meskipun
dengan penurunan ketajaman citra. Seluruh hasil pengukuran pada parameter uji
kualitas citra berada dalam batas toleransi standar. Penurunan kedalaman visualisasi
pada frekuensi tinggi diperkirakan disebabkan oleh efek atenuasi gelombang.
Penelitian ini menegaskan bahwa pemilihan frekuensi harus disesuaikan dengan
kebutuhan pencitraan klinis agar kualitas citra yang diperoleh tetap optimal.
Kata kunci: Ultrasonografi, frekuensi, kualitas citra, daya tembus, phantom.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 03:55 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 03:55 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41336 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
