Putra, Kevin Pratama (2025) Penentuan Diagnostic Reference Level Dan Dosis Efektif Pada Pemeriksaan Sidik Tulang Dengan Tc-99m MDP Berdasarkan Aktivitas Injeksi Pasien. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Kevin Pratamaputra.zip Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
7. DAFTAR ISI.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
12. ABSTRAK.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
13. ABSTRACT.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
14. BAB I (PENDAHULUAN).pdf Download (279kB) |
Abstract
Pemeriksaan sidik tulang atau bone scan yang menggunakan Technetium-
99m Methylene Diphosphonate (Tc-99m MDP) merupakan salah satu prosedur
penting dalam mengetahui apakah kanker telah menyebar ke tulang. Akan tetapi,
variasi dalam jumlah aktivitas injeksi dapat menyebabkan pasien terpapar radiasi
lebih dari yang seharusnya, yang bertentangan dengan prinsip As Low As
Reasonably Achievable (ALARA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan
Diagnostic Reference Level (DRL) lokal, menghitung dosis efektif yang diterima
pasien, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi variasi aktivitas injeksi
di RSUP Dr. Sardjito. Metode yang digunakan adalah studi observasional
retrospektif terhadap 50 pasien dewasa dengan indeks massa tubuh normal, yang
menjalani pemeriksaan dari Januari hingga Februari 2025. Data berupa aktivitas
injeksi, parameter tubuh, dan dosis efektif dianalisis secara statistik, termasuk
analisis deskriptif, regresi linier, dan penghitungan persentil ke-75. Hasilnya
menunjukkan bahwa DRL lokal sebesar 751,1 MBq, yang sedikit lebih rendah
(sekitar 2,45%) dari standar nasional BAPETEN (770 MBq), dan tingkat kepatuhan
mencapai 94%. Dosis efektif median per prosedur tercatat sebesar 3,64 mSv (IQR:
3,64-3,68 mSv), dengan akumulasi terbesar hingga 15,24 mSv per tahun pada
pasien dengan pemeriksaan 4 kali per tahun. Selain itu, analisis regresi
menunjukkan hubungan yang unik antara berat badan dan aktivitas injeksi, di mana
semakin berat badan pasien, justru aktivitas yang diberikan berkurang (r = -0,2889;
R² = 0,0835). Lebih lanjut, hasil menunjukkan bahwa diagnosis kanker menjadi
faktor utama yang mempengaruhi jumlah aktivitas yang diberikan, yaitu pasien
dengan kanker prostat menerima aktivitas yang sama (sekitar 743,7 MBq) tanpa
memperhitungkan berat badan, sedangkan pasien dengan kanker payudara,
terutama yang berat badan di bawah 50 kg, mengalami overdosis hingga 21,58 MBq
per kg. Dapat disimpulkan bahwa praktik pemberian aktivitas injeksi di RSUP Dr.
Sardjito telah memenuhi standar DRL nasional, namun terdapat adanya pemberian
aktivitas injeksi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan diagnostik dan
karakteristik biologis penyakit yang berbeda dari masing-masing pasien.
Kata Kunci: Diagnostic Reference Level (DRL), Tc-99m MDP, Dosis Efektif,
Sidik Tulang, ALARA.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 09:09 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 09:09 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
