MARADHANA, ARYA GALIH (2025) ANALISIS KETERSEDIAAN DAN JANGKAUAN PELAYANAN SARANA KESEHATAN TERHADAP PERMUKIMAN KOTA SEMARANG TAHUN 2025. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text
TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
|
|
Text
COVER_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (272kB) |
|
|
Text
BAB I_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (215kB) |
|
|
Text
BAB II_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text
BAB III_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (650kB) | Request a copy |
|
|
Text
BAB IV_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (124kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Download (159kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN_TUGAS AKHIR ARYA GALIH SMARADHANA fix (4).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (371kB) | Request a copy |
Abstract
Sarana kesehatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan
kesejahteraan masyarakat. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik,
menyediakan layanan medis, pencegahan penyakit, dan edukasi kesehatan. Selain itu, sarana
kesehatan juga berperan dalam mendukung manajemen kesehatan, mengidentifikasi masalah
kesehatan, dan membantu pengambilan keputusan dalam bidang kesehatan. Kota Semarang
merupakan Ibu Kota Jawa Tengah yang memiliki tingkat aktifitas masyarakat yang tinggi dengan
demikian peranan sarana kesehatan merupakan hal yang penting. Kota Semarang mendapat predikat
Kota Layak Anak pada tahun 2023, dengan adanya predikat tersebut Kota Semarang harus
memperhatikan akses terhadap pendidikan, kesehatan, ruang bermain, dan perlindungan bagi anak.
Jarak ideal jangkauan untuk sarana kesehatan puskesmas yaitu 3000 m sedangkan untuk rumah sakit
6000 m.
Pada laporan ini membahas tentang sarana kesehatan yang ada di Kota Semarang, sarana
kesehatan yang dibahas berfokus pada rumah sakit dan puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis ketersediaan dan jangkauan pelayanan sarana kesehatan di Kota Semarang. Teknik
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kuantitatif merupakan suatu
bentuk kegiatan ilmiah yang di lakukan secara terencana, terstruktur, dan sistematis, dengan yang
bertujuan untuk menjawab permasalahan tertentu atau menggali informasi yang lebih luas serta
mendalam mengenai suatu gejala atau fenomena yang diamati, melalui pendekatan kuantitatif.
Pendekatan ini menitik beratkan pada proses pengumpulan dan pengolahan data numerik yang dapat
diukur secara objektif guna memperoleh gambaran yang akurat mengenai situasi yang sedang diteliti.
Analisis keterjangkauan sarana kesehatan menggunakan metode buffer yang dimana untuk melihat
apakah sarana kesehatan di Kota Semarang sudah menjangkau semua wilayah atau belum.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini berupa peta keterjangkauan sarana kesehatan, luas
wilayah yang terjangkau dan tidak terjangkau sarana kesehatan, dan wilayah yang terjangkau maupun
tidak terjangkau halte bus BRT, Kota Semarang. Terdapat beberapa di Kota Semarang yang tidak
terjangkau sarana kesehatan
Kata Kunci : Keterjangkauan, Rumah Sakit, Permukiman
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keterjangkauan, Rumah Sakit, Permukiman |
| Subjects: | Engineering > Civil Engineering |
| Divisions: | School of Vocation > Diploma in Civil Engineering |
| Depositing User: | Oktavia Perpus Vokasi |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 09:03 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 09:03 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41292 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
