Search for collections on Undip Repository

Evaluasi Dosis Organ At Risk (OAR) Treatment Planning System Brakhiterapi HDR 2D untuk Kanker Serviks Menggunakan Aplikator Fletcher

Handriyana, Devita (2025) Evaluasi Dosis Organ At Risk (OAR) Treatment Planning System Brakhiterapi HDR 2D untuk Kanker Serviks Menggunakan Aplikator Fletcher. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of DEVITA HANDRIYANA FITRI.zip] Archive
DEVITA HANDRIYANA FITRI.zip
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (40kB)
[thumbnail of 7. DAFTAR ISI.pdf] Text
7. DAFTAR ISI.pdf

Download (321kB)
[thumbnail of 11. ABSTRAK.pdf] Text
11. ABSTRAK.pdf

Download (297kB)
[thumbnail of 12. ABSTRACT.pdf] Text
12. ABSTRACT.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of 13. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
13. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (337kB)

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu kanker paling umum dan mematikan
pada wanita, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Brakhiterapi
HDR menjadi bagian penting dalam pengobatan kanker serviks, terutama untuk
memberikan dosis tinggi secara lokal dengan meminimalkan paparan radiasi pada
jaringan sehat di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dosis pada
Organ At Risk (OAR) dalam perencanaan brakhiterapi HDR 2D untuk kanker
serviks menggunakan aplikator Fletcher dengan dua skema fraksinasi, yaitu 3 × 7
Gy dan 2 × 8,5 Gy, serta membandingkan efek biologisnya berdasarkan
rekomendasi ICRU 38. Metode penelitian meliputi simulasi pemasangan aplikator
Fletcher, pengambilan citra 2D menggunakan fluoroscopy C-Arm, dan perencanaan
dosis dengan Treatment Planning System (TPS) berdasarkan metode manchester.
Evaluasi dosis dilakukan pada titik A (target), titik B, serta OAR seperti kandung
kemih dan rektum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua skema fraksinasi
memenuhi batas dosis ICRU 38, dengan dosis total 3 × 7 Gy memberikan efek
biologis (BED) lebih tinggi pada tumor (35,7 Gy) dan OAR (69,3 Gy) dibandingkan
2 × 8,5 Gy (31,45 Gy untuk tumor dan 65,16 Gy untuk OAR. Perhitungan EQD2
juga menunjukkan bahwa akumulasi dosis dari EBRT dan brakhiterapi tetap berada
di bawah batas aman untuk kandung kemih (80 Gy) dan rektum (75 Gy).
Kesimpulan penelitian ini adalah skema 3 × 7 Gy memberikan efek terapeutik lebih
besar pada tumor tetapi juga meningkatkan risiko toksisitas pada OAR
dibandingkan 2 × 8,5 Gy. Pemilihan skema fraksinasi perlu mempertimbangkan
keseimbangan antara efektivitas pengobatan dan keamanan pasien. Penelitian ini
memberikan panduan bagi fisikawan medik dalam perencanaan brakhiterapi HDR
2D untuk kanker serviks.
Kata kunci : Brakhiterapi HDR, kanker serviks, aplikator Fletcher, Organ At Risk
(OAR), BED, EQD2.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 17 Nov 2025 09:01
Last Modified: 17 Nov 2025 09:01
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41211

Actions (login required)

View Item View Item