Pratiwi, Barqila Trisiana Ratih and Kholis, Fathur Nur and Miranti, Ika Pawitra (2025) Hubungan Mutasi EGFR dengan Profil Klinikopatologi Pasien Adenokarsinoma Paru di RSUP Kariadi Tahun 2020-2024. Undergraduate thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (ABSTRAK_KTI)
Abstrak_Hubungan Mutasi EGFR dengan Profil Klinikopatologi Pasien Adenokarsinoma Paru di RSUP Kariadi Tahun 2020-2024.pdf Download (162kB) |
Abstract
Latar Belakang : Kanker paru merupakan penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia dan masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Studi terbaru menyoroti pentingnya identifikasi mutasi Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), mengingat terapi target EGFR-TKI terbukti lebih efektif dibandingkan kemoterapi. Mutasi ini ditemukan pada 30–40% pasien di Asia, lebih tinggi dibanding populasi Kaukasia. Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan mutasi EGFR dengan karakteristik klinikopatologi tertentu, perannya pada populasi Indonesia masih belum banyak diketahui. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan mutasi EGFR dengan profil klinikopatologi pasien adenokarsinoma paru di RSUP Dr. Kariadi tahun 2020–2024. Secara khusus, penelitian ini menilai keterkaitannya dengan faktor klinis (usia, jenis kelamin, riwayat merokok, status nutrisi berdasarkan Indeks Masa Tubuh (IMT) dan Prognostic Nutritional Index (PNI), lokasi lesi menurut gambaran radiologi, dan status performa berdasarkan skala Eastern Cooperative Oncology Group (ECOG)). Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Sampel ditentukan menggunakan metode total sampling dari pasien adenokarsinoma paru di RSUP Dr. Kariadi periode 2020–2024 yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk eksklusi. Data sekunder diperoleh dari rekam medis, meliputi identitas pasien, riwayat merokok, hasil radiologi, status nutrisi, status metastasis, status performa, serta hasil pemeriksaan mutasi EGFR. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi mutasi EGFR dan bivariat dengan uji chi-square atau Fisher exact test sesuai jenis variabel. Tingkat signifikansi ditetapkan pada p < 0,05. Hasil : Analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mutasi EGFR dengan usia (p=0,949), status nutrisi berdasarkan IMT (p=0,980), PNI (p=0,08), maupun status metastasis (p=0,183). Sebaliknya, terdapat hubungan signifikan dengan jenis kelamin (p=0,001), riwayat merokok (p=0,015), lokasi lesi (p=0,042), dan status performa (p=0,03). Mutasi EGFR positif lebih sering pada perempuan (61,4%), pasien tidak merokok (27,3%), lesi campuran (43,2%), serta pada pasien dengan performa lebih baik menurut skala ECOG yang dinilai pada kondisi akhir perawatan (40,9%). Kesimpulan : Penelitian ini menunjukkan bahwa mutasi EGFR pada adenokarsinoma paru memiliki hubungan signifikan dengan jenis kelamin, riwayat merokok, lokasi lesi, dan status performa ECOG pada akhir perawatan, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan usia, status nutrisi (IMT dan PNI), maupun metastasis. Temuan ini menegaskan pola bahwa mutasi EGFR lebih sering pada perempuan, pasien tidak merokok, serta individu dengan performa klinis lebih baik pada akhir perawatan di rumah sakit. Variabel nutrisi dan metastasis tidak menunjukkan hubungan bermakna, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel lebih besar.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Adenokarsinoma paru, Mutasi EGFR, Profil Klinikopatologi, Metastasis, Status Performa, Status Nutrisi |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Department of Medicine |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 01 Dec 2025 03:00 |
| Last Modified: | 01 Dec 2025 03:00 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41170 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
