Mahenta, Lucky Chrisna and Arifin, Johan and Rakhmatjati, Pradana Bayu (2025) PERBANDINGAN SKOR APFEL, SKOR KOIVURANTA, DAN SKOR SINCLAIR SEBAGAI PREDIKTOR PONV (POST OPERATIVE NAUSEA AND VOMITING) PADA PASIEN DEWASA DENGAN ANESTESI UMUM DI RSUP DR. KARIADI. Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (Abstrak Tesis)
Abstrak upload.pdf Download (4MB) |
Abstract
Latar Belakang: Postoperative nausea and vomiting (PONV) merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah anestesi umum, dengan insidensi 30–80% pada pasien berisiko. Berbagai skor prediksi telah dikembangkan, antara lain Apfel, Koivuranta, dan Sinclair, namun belum ada standar baku yang paling akurat.
Tujuan: Menilai dan membandingkan kemampuan skor Apfel, Koivuranta, dan Sinclair dalam memprediksi kejadian PONV pada pasien dewasa yang menjalani anestesi umum di RSUP Dr. Kariadi.
Metode: Penelitian analitik observasional prospektif pada 92 pasien dewasa yang menjalani anestesi umum. Kejadian PONV dicatat hingga 24 jam pascaoperasi, dengan pembagian fase early (≤12 jam) dan late (>12 jam). Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square, kurva ROC-AUC, dan regresi logistik multivariat untuk menentukan faktor risiko signifikan.
Hasil: Insidensi PONV total sebesar 70,7% (early 64,1%; late 59,8%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan, usia <50 tahun, riwayat PONV, status merokok, serta jenis pembedahan risiko tinggi berhubungan signifikan dengan kejadian PONV (p<0,05). Nilai ROC-AUC ketiga skor berada pada kategori sedang: Apfel 0,63–0,65; Koivuranta 0,67–0,70; Sinclair 0,72–0,75. Analisis multivariat menemukan faktor risiko signifikan untuk early PONV adalah usia <50 tahun (OR 8,38; p=0,002) dan perempuan (OR 15,01; p=0,001). Pada late PONV, faktor signifikan adalah usia <50 tahun (OR 4,13; p=0,048), riwayat PONV (OR 18,51; p=0,039), pembedahan risiko tinggi (OR 30,21; p=0,017), dan perempuan, sementara merokok bersifat protektif (OR 0,11; p=0,007). Nagelkerke R² lebih tinggi pada model late (0,589) dibanding early (0,448).
Kesimpulan: Skor Sinclair menunjukkan kemampuan prediksi paling baik dibanding Apfel dan Koivuranta, terutama pada fase late PONV. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi profilaksis antiemetik berbasis risiko (risk-adapted prophylaxis) dalam praktik klinis.
Kata kunci: PONV, Apfel, Koivuranta, Sinclair, anestesi umum
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PONV, Apfel, Koivuranta, Sinclair, anestesi umum |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 08 Dec 2025 06:18 |
| Last Modified: | 08 Dec 2025 06:18 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41158 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
