Search for collections on Undip Repository

Interpretasi Bawah Permukaan Berdasarkan Data Aeromagnetik di Daerah Cipendawa, Cianjur

MUCKHAROM, Ahmad Ali (2025) Interpretasi Bawah Permukaan Berdasarkan Data Aeromagnetik di Daerah Cipendawa, Cianjur. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.

[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (69kB)
[thumbnail of 3. Pernyataan Orisinalitas.pdf] Text
3. Pernyataan Orisinalitas.pdf

Download (133kB)
[thumbnail of 4. Halaman Pengesahan Skripsi.pdf] Text
4. Halaman Pengesahan Skripsi.pdf

Download (305kB)
[thumbnail of 6. Kata Pengantar.pdf] Text
6. Kata Pengantar.pdf

Download (121kB)
[thumbnail of 7. Daftar Isi.pdf] Text
7. Daftar Isi.pdf

Download (78kB)
[thumbnail of 11. Abstrak Bahasa Indonesia.pdf] Text
11. Abstrak Bahasa Indonesia.pdf

Download (30kB)
[thumbnail of 12. Abstrak Bahasa Inggris.pdf] Text
12. Abstrak Bahasa Inggris.pdf

Download (27kB)
[thumbnail of 13. BAB 1.pdf] Text
13. BAB 1.pdf

Download (44kB)
[thumbnail of 18. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
18. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (104kB)

Abstract

Daerah Cipendawa, Cianjur, dinyatakan tidak layak dijadikan tempat relokasi
perumahan permanen korban gempa karena kemiringan lahan, kondisi tanah lunak,
dan
letusan
gunung berapi. Penelitian ini bertujuan untuk
menginterpretasikan litologi bawah permukaan dengan metode aeromagnetik di
daerah Cipendawa, Cianjur, yang mempunyai litologi bawah permukaan bersifat
heterogenitas. Akuisisi data menggunakan drone Aeromagnet Mameru V5 dengan
135 titik pengukuran. Pengolahan data meliputi koreksi International Geomagnetic
Referee Field (IGRF), reduksi ke kutub (RTP), dan pemodelan dua dimensi dan tiga
dimensi. Hasil interpretasi kualitatif menunjukkan tiga pola anomali magnetik,
yaitu anomali tinggi (245 nT-441 nT) di arah tenggara yang diduga merupakan
batuan vulkanik seperti basalt dan andesit dan anomali rendah (-21 nT - 185 nT) di
bagian barat laut diperkirakan berupa batugamping dan batupasir. Analisis ketiga
penampang menunjukkan variasi kerentanan batuan dari 23×10-4 SI hingga 54×10-4
SI pada kedalaman 0 meter hingga 40 meter yang menunjukkan bahwa wilayah
barat laut merupakan kumpulan batuan sedimen seperti batupasir akibat aliran
sungai yang menyebabkan mineral kaya magnetit terbawa oleh aliran air,
sedangkan wilayah tenggara merupakan batuan vulkanik seperti breksi andesit yang
sesuai dengan peta geologi akibat intrusi magma dari Gunung Gede.
Kata Kunci: Aeromagnetik, Cipendawa, Pemodelan Inversi, Suseptibilitas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics
Depositing User: Yemima Laras Sekarsari
Date Deposited: 13 Nov 2025 09:00
Last Modified: 13 Nov 2025 09:00
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41131

Actions (login required)

View Item View Item