Search for collections on Undip Repository

PERBANDINGAN NEBULIZER DEXMEDETOMIDIN DAN NEBULIZER LIDOKAIN PADA KEJADIAN REFLEK BATUK PADA TINDAKAN BRONKOSKOPI

Maqbulla, Mochamad Azam and Sasongko, Himawan and Soesilowati, Danu (2025) PERBANDINGAN NEBULIZER DEXMEDETOMIDIN DAN NEBULIZER LIDOKAIN PADA KEJADIAN REFLEK BATUK PADA TINDAKAN BRONKOSKOPI. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK] Text (ABSTRAK)
Mochamad Azam Maqbulla_22041021320013_Abstrak.pdf

Download (112kB)

Abstract

Latar belakang: Bronkoskopi sering memicu refleks batuk yang mengganggu kenyamanan pasien dan jalannya prosedur. Dexmedetomidine inhalasi melalui nebulizer berpotensi menekan refleks batuk sekaligus menghemat kebutuhan hipnotik, dengan efek hemodinamik yang relatif stabil.
Tujuan: Menilai efektivitas dan keamanan nebulizer dexmedetomidine dibandingkan nebulizer lidokain dalam menurunkan refleks batuk, kebutuhan propofol tambahan, serta dampaknya terhadap tanda vital pada pasien dewasa yang menjalani bronkoskopi.
Metode: Uji komparatif dua kelompok paralel pada 32 pasien dewasa ASA I–II yang dibagi sama banyak ke kelompok dexmedetomidine nebulisasi 0,6 μg/kg dan kelompok lidokain nebulisasi. Luaran utama adalah skor batuk menggunakan Skala Minogue (analisis uji Mann–Whitney). Luaran sekunder meliputi dosis propofol tambahan (uji t tidak berpasangan), serta profil keselamatan hemodinamik berdasarkan denyut nadi, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, tekanan arteri rata-rata, laju napas, dan saturasi oksigen (perbandingan antar kelompok pada beberapa titik waktu).
Hasil: Nebulizer dexmedetomidine menurunkan refleks batuk secara bermakna dibanding lidokain (median skor lebih rendah; U=35,0; p=0,0001). Kebutuhan propofol tambahan juga lebih kecil pada kelompok dexmedetomidine dibanding lidokain, yakni 19,73 ± 3,55 mg vs 32,08 ± 4,83 mg; perbedaan rata-rata −12,36 mg (95% CI −15,42 s.d. −9,29; p<0,001; uji Levene homogen p=0,284). Profil tanda vital sepanjang prosedur serupa pada kedua kelompok di seluruh titik waktu (seluruh p>0,05), dengan saturasi oksigen tetap 99%. Kejadian hipotensi (definisi penurunan tekanan arteri rata-rata >20% atau <65 mmHg) tidak berbeda bermakna, masing-masing 2/16 (12%) pada dexmedetomidine dan 5/16 (31%) pada lidokain (χ²=0,73; p=0,392).
Kesimpulan: Premedikasi nebulizer dexmedetomidine efektif menekan refleks batuk dan secara bermakna mengurangi kebutuhan propofol tambahan tanpa meningkatkan instabilitas hemodinamik dibanding nebulizer lidokain. Temuan ini mendukung penggunaan dexmedetomidine inhalasi sebagai strategi sedasi pra bronkoskopi, dengan pemantauan ketat serta kesiapan tata laksana bradikardi atau hipotensi pada individu rentan.

Kata kunci: Bronkoskopi, dexmedetomidine, lidokain, nebulizer, refleks batuk

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bronkoskopi, dexmedetomidine, lidokain, nebulizer, refleks batuk
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 10 Dec 2025 07:03
Last Modified: 10 Dec 2025 07:03
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/41036

Actions (login required)

View Item View Item