Rahayu, Lulut Tutik Margi (2025) Sintesis Senyawa Turunan Hiptolida: Studi In Vitro dan In Silico sebagai Alternatif Senyawa Antikanker. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Archive
Lulut Tutik Margi Rahayu.zip Restricted to Repository staff only Download (62MB) | Request a copy |
|
|
Text
1. COVER TESIS_Lulut Tutik M.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
4. ABSTRAK_Lulut Tutik M.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
5. SUMMARY_Lulut Tutik M.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
6. DAFTAR ISI_Lulut Tutik M.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
10. BAB I_Lulut Tutik M.pdf Download (4MB) |
Abstract
Perubahan mekanisme ekspresi gen akibat kegagalan proses replikasi
DNA oleh protein Histon Deacetylases (HDAC) mengarah pada pertumbuhan
sel kanker payudara subtype Breast Cancer Stem Cells (BCSCs). Pendekatan
terapeutik yang menargetkan protein HDAC menjadi penting dilakukan melalui
pengembangan senyawa-senyawa hasil isolasi yang telah diketahui memiliki
aktivitas antikanker. Senyawa Hiptolida tersubtitusi diena dengan gugus tersier
amina berupa N,N-dimetilsiklohexylenamine-hiptolida (5) telah berhasil
disintesis menggunakan metode Diels Alder dan diuji aktivitas antikanker
BCSCs secara in vitro menggunakan metode MTT assay dan flow cytometry.
Hasil sintesis terbentuk kristal putih kekuningan dengan titik leleh 83-84ºC dan
berat molekul 595 g/mol. Identifikasi menggunakan spektrometer IR
menunjukkan keberadaan ikatan baru C=C sikloheksena pada panjang
gelombang 1560 cm-1 dan 1357 cm-1 yang merupakan gugus tersier amina (CN) terikat pada gugus sikloheksena. Spektrum dari spektrometer 1H NMR
menunjukkan sinyal doblet pada pergeseran kimia δ 5,73 ppm (J=1,0 Hz; IH)
merupakan sinyal gugus etilena pada struktur sikloheksena. Uji sitotoksisitas
secara in vitro menggunakan reagen MTT terhadap sel BCSCs memberikan nilai
IC50 47,42 µg/mL dengan penghambatan siklus sel pada fase sintesis DNA (fase
S) dan fase pembelahan sel (fase G2/M). Substitusi gugus tersier amina pada
senyawa N,N-dimetilsiklohexylenamine-hiptolida (5) memodifikasi sifat
kepolaran senyawa hiptolida sehingga meningkatkan bioavailibilitasnya di
dalam tubuh. Hasil studi In Silico terhadap protein HDAC menggunakan prinsip
Density Functional Theory (DFT) dan basis set B3LYP/6-31G** dengan kontrol
Asam Hidroksamat, nilai konstanta inhibisi senyawa hasil sintesis 14,41 µM,
lebih tinggi dibandingkan Hiptolida 2,99 µM. Energi interaksi Hiptolida
terhadap protein HDAC memberikan nilai paling kecil yaitu -32,786 Å. Situs
pengikatan Hiptolida dan turunannya terhadap protein HDAC melalui ikatan
hidrogen dan interaksi hidrofobik pada residu asam amino HIS670 ; HIS669 ;
HIS709 ; HIS760 ; HIS843. Nilai energi bebas Gibbs (ΔG) kompleks
HDAC…Hiptolida pada pH 3 memiliki nilai paling kecil diantara turunan
Hiptolida yang lain yaitu -121,9 kJ/mol, menunjukkan kestabilan dari ligan
Hiptolida terhadap protein HDAC lebih baik dibanding ligan turunannya atau
Asam Hidroksamat. Keberadaan gugus α,β-Unsaturated δ-Lacton sebagai gugus
penarik elektron berikatan secara stabil dengan residu asam amino Histidin pada
situs aktif protein HDAC sehingga aktivasi proses deasetilasi oleh protein
HDAC akan terhambat. Kestabilan ini membuat Hiptolida dan turunannya
berpotensi digunakan sebagai inhibitor HDAC.
Kata Kunci: Hiptolida dan turunannya, Protein HDAC, Breast Cancer Stem Cel
(BCSCs), Molecular docking
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 11 Nov 2025 08:02 |
| Last Modified: | 11 Nov 2025 08:02 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40907 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
