Assauqi, Niamul Faza (2025) Sintesis Hidrogel Kitosan-Peg/Zno Dengan Ekstrak Kulit Delima Sebagai Alternatif Pembalut Luka. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.
|
Text
1. COVER.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (261kB) | Request a copy |
|
|
Text
4. ABSTRAK.pdf Download (202kB) |
|
|
Text
5. DAFTAR ISI.pdf Download (228kB) |
|
|
Text
8. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (248kB) |
Abstract
Kulit sebagai organ pertahanan pertama memiliki kemampuan
penyembuhan diri sendiri (self-healing wounds), namun luka terbuka dapat
memperlambat proses tersebut, sehingga diperlukan pembalut luka dari luar
untuk untuk mempercepat proses penyembuhan. Hidrogel berbasis kitosan-seng
oksida (ZnO)/poli(etilen glikol) (PEG)/ekstrak kulit buah delima (ED)
dikembangkan sebagai pembalut untuk mempercepat penyembuhan luka.
Kitosan berfungsi sebagai bahan utama, selain karena kemampuan antimikroba
juga kemudahan untuk dimodifikasi dengan gugus lain yang sesuai dengan
tujuan penggunaan. ZnO nanopartikel ditambahkan untuk meningkatkan
kemampuan antibakteri. ED akan berkontribusi sebagai agen antioksidan alami.
Pembuatan hidrogel dilakukan dengan melarutkan kitosan pada asam asetat 1%,
kemudian ditambahkan STPP sebagai crosslinker serta penambahan ZnO
sebagai agen antibakteri dan ED sebagai agen antioksidan. Penelitian ini
bertujuan untuk membuat material pembalut luka berbahan dasar kitosan dengan
kemampuan mempercepat proses penyembuhan luka.
Penelitian terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) tahap pertama meliputi sintesis
ZnO nanopartikel dari Zn(CH3COO)2·2H2O dan ekstraksi kulit delima
menggunakan EtOH 70% dengan metode maserasi, 2) tahap ke-2 merupakan
proses pebuatan hidrogel pembalut luka berbasis kitosan-PEG/ZnO/ED, 3) tahap
selanjutnya adalah karakterisasi dan uji dengan Fourier Transform Infrared
(FTIR), X-ray Difraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM),
Spektrofotometer UV-Vis, Dynamic Light Scattring (DLS), 4) tahap terakhir
adalah uji aktivitas antibakteri hidrogel terhadap bakteri E. coli dan S. aureus,
dilanjutkan dengan uji in vivo, yakni pengamatan proses penyembuhan luka pada
hewan coba (tikus wistar).
Penelitian ini sudah memperoleh klirens etik dari Komisi Etik Penelitian
Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dengan nomor
013/EC/KEPK/FK-UNDIP/I/2025.
Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan sintesis ZnO nanopartikel
dikonfirmasi oleh puncak khas ZnO pada 2θ 100°, 102°, dan 101° pada XRD.
Pada analisis DLS didapatkan diameter ZnO sebesar 95 nm, yang tergolong
dalam ukuran nanopartikel. Analisis FTIR mengkonfirmasi adanya ZnO yang
termuat di dalam hidrogel yang ditandai dengan munculnya puncak pada pita
serapan 564 dan 492 cm-1. Variasi penambahan ZnO memberikan hasil
antibakteri yang berbeda karena semakin banyak ZnO yang dimuat maka sifat
antibakterinya menjadi semakin besar. Keberhasilan potensi hidrogel sebagai
penyembuh luka di konfirmasi pada analisis in vivo menggunakan mencit,
didapatkan bahwa hidrogel yang mengandung ZnO dan ED dapat menutup luka
secara sempurna dalam kurun waktu 10 hari.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Chemistry |
| Depositing User: | Suhersi Rahmadhani |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 06:58 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 06:58 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40841 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
