Caesarino, Radya Irshadi and WICAKSONO, SATRIO ADI and Villyastuti, Yulia Wahyu (2025) PENGARUH PEMBERIAN MALTODEXTRIN TERHADAP KADAR SEROTONIN PADA ENHANCED RECOVERY AFTER CESAREAN SURGERY (ERACS). Masters thesis, Universitas Diponegoro.
|
Text (RADYA IRSHADI CAESARINO-22041021320019-TESIS-ABSTRAK.pdf)
RADYA IRSHADI CAESARINO-22041021320019-TESIS-ABSTRAK.pdf Download (125kB) |
Abstract
Latar Belakang: Seksio sesaria (SC) merupakan salah satu prosedur bedah mayor yang paling banyak dilakukan di dunia. Puasa preoperatif dan trauma pembedahan akan memicu respon neurohormonal, termasuk perubahan kadar serotonin yang berperan dalam regulasi stres dan nyeri, serta mempengaruhi luaran postoperatif. Pendekatan Enhanced Recovery After Cesarean Surgery (ERACS) melibatkan pemberian karbohidrat preoperatif seperti maltodextrin untuk menekan proses katabolik dan meningkatkan regulasi neurohormonal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian karbohidrat maltodextrin preoperasi terhadap kadar serotonin pasca operasi.
Metode: Penelitian ini melibatkan 40 perempuan usia 20-40 tahun yang menjalani SC di Rumah Sakit Nasional Diponegoro Semarang, RSD K.R.M.T. Wongsonegoro Semarang, dan RSUD Kajen. Partisipan dialokasikan ke dalam 2 kelompok: kelompok perlakuan menjalani puasa 6 jam sebelum operasi dan menerima maltodextrin 15% dalam 400 mL air pada 2 jam preoperasi, sedangkan kelompok kontrol menjalani puasa selama 6 jam. Pengambilan darah untuk pemeriksaan serotonin dilakukan setelah konsumsi maltodextrin dan setelah operasi.
Hasil: Rerata usia ibu, usia kehamilan, riwayat obstetri, riwayat penyakit, klasifikasi ASA ditemukan serupa di antara kedua kelompok (p>0,05). Rerata kadar serotonin pre-operasi pada kelompok maltodextrin sebesar 285,7 ± 86,3 ng/ml dan meningkat menjadi 345 ± 88,1 ng/ml pasca operasi. Pada kelompok kontrol, rerata kadar serotonin pre-operasi sebesar 281,7 ± 148,2 ng/ml dan menurun menjadi 179,7 ± 62,1 ng/ml pasca operasi. Kadar serotonin pre-operasi tidak berbeda secara signifikan antara kedua kelompok (p=0,535), namun kadar serotonin post-operasi secara signifikan lebih tinggi pada
kelompok maltodextrin dibandingkan kontrol (p=0,000). Analisis delta serotonin menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok maltodextrin (59,2 ± 25,4 ng/ml; p=0,000).
Kesimpulan: Pemberian maltodextrin preoperasi efektif dalam meningkatkan kadar serotonin postoperasi, yang berpotensi membantu mengurangi respon stres neurohormonal dan meningkatkan pemulihan pada pasien ERACS.
Kata kunci: ERACS, karbohidrat preoperasi, serotonin, seksio sesar
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ERACS, karbohidrat preoperasi, serotonin, seksio sesar |
| Subjects: | Medicine |
| Divisions: | Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical |
| Depositing User: | Upload Mandiri FK |
| Date Deposited: | 17 Nov 2025 06:45 |
| Last Modified: | 17 Nov 2025 06:45 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40826 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
