Search for collections on Undip Repository

EKSISTENSI KEBAYA DAN JARIK SEBAGAI SIMBOL WARISAN BUDAYA: STUDI PADA KOMUNITAS DIAJENG SEMARANG

Putri, Nursalima Tsalats Hadimar (2025) EKSISTENSI KEBAYA DAN JARIK SEBAGAI SIMBOL WARISAN BUDAYA: STUDI PADA KOMUNITAS DIAJENG SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of DRAFT SKRIPSI FIX_Nursalima Tsalats Hadimar Putri_13040221130065.pdf] Text
DRAFT SKRIPSI FIX_Nursalima Tsalats Hadimar Putri_13040221130065.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Sebagai negara multikultur, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Beberapa di antaranya telah diakui menjadi warisan budaya takbenda oleh UNESCO, termasuk kebaya dan jarik sebagai pakaian tradisional perempuan Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana eksistensi kebaya dan jarik tetap dipertahankan sebagai simbol warisan budaya di tengah perubahan arus
globalisasi dan modernisasi yang kian berkembang. Penelitian ini dilakukan pada Komunitas Diajeng Semarang dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode etnografi. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan anggota komunitas serta para pihak terkait yang turut berperan sebagai agen pelestarian eksistensi kebaya dan jarik di Kota Semarang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Diajeng memiliki kontribusi nyata dalam menjaga eksistensi kedua elemen budaya tersebut di tengah perubahan sosial yang dinamis dan menjadi relevan karena saat ini pelestarian budaya lokal menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Dengan analisis menggunakan teori AGIL milik Talcott Parsons, penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Diajeng Semarang sebagai suatu sistem sosial yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat modern, mampu menjalankan
keempat fungsi dari teori AGIL, yakni Adaptation; Goal Attainment; Integration; dan Latency; dalam upaya melestarikan eksistensi kebaya dan jarik dengan seringkali melibatkan pihak eksternal dalam beberapa kegiatannya. Secara khusus,
penelitian ini menggambarkan peran dan dampak komunitas budaya dalam mempertahankan eksistensi kebaya dan jarik sebagai simbol warisan budaya bangsa.
Kata kunci: Kebaya, Jarik, Warisan Budaya, Komunitas Diajeng, AGIL.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Social Anthroplogy
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 10 Nov 2025 04:10
Last Modified: 10 Nov 2025 04:10
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40796

Actions (login required)

View Item View Item