LAILA, Siti Nur (2025) Pengaruh Variasi Suhu Hidrotermal Terhadap Struktur, Morfologi, dan Sifat Elektrokimia TiO2 Komersial yang Dimodifikasi Nanorod sebagai Bahan Elektroda Superkapasitor. Undergraduate thesis, UNDIP: Fakultas Sains dan Matematika.
|
Text
1. Cover.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
3. Halaman Pengesahan I.pdf Download (735kB) |
|
|
Text
4. Halaman Pengesahan II.pdf Download (735kB) |
|
|
Text
5. Kata Pengantar.pdf Download (315kB) |
|
|
Text
6. Abstrak.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
7. Abstract.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
8. Daftar Isi.pdf Download (197kB) |
|
|
Text
12. Bab I Pendahuluan.pdf Download (316kB) |
Abstract
Permintaan energi global yang terus meningkat menuntut adanya sistem
penyimpanan energi yang efisien, cepat, dan ramah lingkungan. Superkapasitor
menjadi salah satu solusi potensial karena memiliki kerapatan daya tinggi, stabilitas
siklus panjang, serta waktu pengisian dan pengosongan yang cepat. Namun,
performa superkapasitor sangat dipengaruhi oleh material elektrodanya. Titanium
dioksida (TiO₂) merupakan material yang menjanjikan untuk aplikasi superkapasitor
karena kestabilan termal dan kimianya yang tinggi, biaya rendah, serta ramah
lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu
hidrotermal terhadap struktur kristal, morfologi, dan sifat elektrokimia TiO₂
komersial yang dimodifikasi menjadi nanorod sebagai elektroda superkapasitor.
Sintesis TiO₂ dilakukan menggunakan metode hidrotermal pada variasi suhu 140⁰C,
160⁰C, 180⁰C, dan 200⁰C dengan larutan NaOH 10 M, dilanjutkan dengan kalsinasi
pada suhu 600⁰C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan X-ray
Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy (SEM), serta uji elektrokimia
meliputi Cyclic Voltammetry (CV), Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS),
dan Galvanostatic Charge-Discharge (GCD).
Hasil XRD menunjukkan bahwa peningkatan suhu hidrotermal menyebabkan
perubahan fasa dari anatase murni menjadi campuran anatase–rutile–brookite pada
suhu 160–180⁰C, dan kembali menjadi anatase murni pada 200⁰C akibat stabilisasi
ion Na⁺ dan Cl⁻. Hasil SEM memperlihatkan morfologi nanorod yang semakin
terdefinisi dengan kenaikan suhu. Uji elektrokimia menunjukkan bahwa peningkatan
suhu hidrotermal memperbaiki konduktivitas dan kapasitansi spesifik. Sampel TiO₂
HT 200⁰C memiliki performa terbaik dengan kapasitansi spesifik 145,10 F/g, rapat
energi 72,57 J/g, dan rapat daya 1,25 W/g. Secara keseluruhan, modifikasi TiO₂
melalui metode hidrotermal terbukti efektif dalam meningkatkan kinerja
elektrokimia, sehingga TiO₂ nanorod berpotensi besar digunakan sebagai elektroda
superkapasitor yang efisien dan ramah lingkungan.
Kata Kunci : Titanium dioksida (TiO₂), hidrotermal, nanorod, superkapasitor
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Sciences and Mathemathic |
| Divisions: | Faculty of Science and Mathematics > Department of Physics |
| Depositing User: | Yemima Laras Sekarsari |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 02:26 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 02:26 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
