Search for collections on Undip Repository

Tingkat Keberhasilan Intubasi Nasal dengan Fiberoptik Menggunakan Splitted Nasopharyngeal Airway (Splitted NPA)

Irsyada, Azka Hukmu and CAHYADI, BONDAN IRTANI and Satoto, Hari Hendriarto (2025) Tingkat Keberhasilan Intubasi Nasal dengan Fiberoptik Menggunakan Splitted Nasopharyngeal Airway (Splitted NPA). Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of AZKA HUKMU IRSYADA-22041021320018-TESIS-ABSTRAK] Text (AZKA HUKMU IRSYADA-22041021320018-TESIS-ABSTRAK)
AZKA HUKMU IRSYADA-22041021320018-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (126kB)

Abstract

Latar Belakang: Pada kasus intubasi sulit, dapat digunakan laringoskopi indirek menggunakan intubasi menggunakan fiberoptik bronkoskop, namun terdapat beberapa potensi kegagalan antara lain obstruksi saluran nafas atas, kondisi hipersekresi, epistaksis karena trauma saluran nafas (terutama pada plexus Kiesselbach), serta potensi ketidakmampuan untuk membuat surgical airway.1-6 Pada penelitian sebelumnya, dibandingkan efek samping perdarahan selama prosedur intubasi nasal fiberoptik (FOI nasal) dengan dan tanpa splitted nasopharyngeal airway (splitted NPA), didapatkan perdarahan pada 13 dari 40 pasien (32.5% kelompok kontrol) dibandingkan 7 dari 40 pasien (17,5% kelompok dengan splitted NPA).7
Tujuan: Mengetahui tingkat keberhasilan intubasi nasal dengan fiberoptik menggunakan splitted nasopharyngeal airway (splitted NPA) dibandingkan intubasi nasal dengan fiberoptik tanpa menggunakan splitted NPA di Rumah Sakit Nasional Diponegoro.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian randomized control trial dengan 40 sampel dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama dilakukan intubasi nasal dengan splitted NPA dan kelompok 2 dilakukan intubasi nasal tanpa splitted NPA. Pada setiap pasien dilakukan pencatatan waktu tangkai masuk ke rongga hidung hingga plika vokalis tervisualisasi dan terjadinya perdarahan.
Hasil: Hasil penelitian rerata lama prosedur intubasi nasal fiberoptik dengan SNPA adalah 56.4 ±9.83 detik dan lama prosedur intubasi nasal fiberoptik tanpa SNPA adalah 54.0 ±12.20 detik. Perbedaan tersebut tidak berbeda berdasarkan statistik (p=0.498; p>0.05). Pada kedua kelompok tidak didapatkan kasus perdarahan.
Simpulan: Lama intubasi nasal dan efek samping perdarahan pada pasien dengan fiberoptik menggunakan splitted NPA tidak berbeda dibandingkan intubasi nasal dengan fiberoptik tanpa menggunakan splitted NPA.
Kata kunci : intubasi nasal fiberoptik, splitted NPA, perdarahan

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: intubasi nasal fiberoptik, splitted NPA, perdarahan
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Master Program of Specialist Medical
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 12 Nov 2025 03:10
Last Modified: 12 Nov 2025 03:10
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40744

Actions (login required)

View Item View Item