Search for collections on Undip Repository

PENGGUNAAN G8 SCREENING TOOLS DAN VULNERABLE ELDERS SURVEY-13 SEBAGAI PREDIKTOR EFEK SAMPING KEMOTERAPI DAN MORTALITAS PADA PASIEN LANSIA DENGAN DIFFUSE LARGE B CELL LYMPHOMA

KURNIAWAN, RELLY and Purwoko, Yosef and PANGARSA, EKO ADHI (2025) PENGGUNAAN G8 SCREENING TOOLS DAN VULNERABLE ELDERS SURVEY-13 SEBAGAI PREDIKTOR EFEK SAMPING KEMOTERAPI DAN MORTALITAS PADA PASIEN LANSIA DENGAN DIFFUSE LARGE B CELL LYMPHOMA. Masters thesis, Universitas Diponegoro.

[thumbnail of ABSTRAK-THESIS] Text (ABSTRAK-THESIS)
RELLY KURNIAWAN-22040221320022-TESIS-ABSTRAK.pdf

Download (182kB)

Abstract

Latar Belakang: Diffuse Large B Cell Lymphoma (DLBCL) merupakan subtype Limfoma Non Hodgkin yang paling sering dijumpai dan bersifat agresif. DLBCL sering terjadi pada usia lanjut yang cenderung memiliki frailty dan penyakit komorbid yang memperberat efek pengobatan. Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) merupakan metode baku emas untuk mengevaluasi kondisi lansia, namun membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, C8 Screening Tools dan Vulnerable Elders Survey-13 dikembangkan sebagai metode skrining cepat untuk memprediksi efek samping kemoterapi dan risiko mortalitas pada lansia dengan DLBCL.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif yang dilakukan pada pasien lansia dengan DLBCL yang menjalani kemoterapi. Penilaian dilakukan menggunakan skor G8 dan VES-13. Data dikumpulkan melalui telaah rekam medis. Hubungan skor dengan efek samping kemoterapi dan mortalitas dianalisis menggunakan uji T Independent atau Mann Whitney-U, serta uji Chi-Square/Fisher Exact. Cut-off terbaik ditentukan melalui analisis ROC.
Hasil: Di antara 36 pasien lanjut usia dengan DLBCL yang menjalani kemoterapi, sebanyak 52,8% memiliki skor risiko tinggi berdasarkan kedua alat penilaian G8 dan VES-13. Skor G8 dengan batas nilai (cut-off) 14 menghasilkan AUC sebesar 0,595, dengan sensitivitas 80% dan spesifisitas 38,1%. Sementara itu, skor VES-13 dengan cut-off 3 menunjukkan AUC sebesar 0,497, sensitivitas 46,7%, dan spesifisitas 57,1%. Kedua skor tersebut tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan mortalitas (G8 p = 0,215; VES-13 p = 0,463). Analisis Kaplan-Meier menunjukkan bahwa pada pengamatan 1 tahun, sebagian besar subjek masih hidup dengan 21 subjek yang bertahan hidup. Namun pada tahun ke-3, sebanyak 86,1% subjek telah meninggal dunia, dengan median overall survival selama 365 hari.
Kesimpulan: G8 lebih direkomendasikan untuk skrining risiko efek samping kemoterapi dibandingkan VES-13 walau hasil penelitian tidak signifikan.
Kata Kunci: G8, VES-13, DLBCL, LMNH

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: G8, VES-13, DLBCL, LMNH
Subjects: Medicine
Divisions: Faculty of Medicine > Department of Medicine
Depositing User: Upload Mandiri FK
Date Deposited: 17 Nov 2025 06:50
Last Modified: 17 Nov 2025 06:50
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40703

Actions (login required)

View Item View Item