Velini, Riskia Sitti (2023) STRUKTUR ADJUNG BAHASA MINANGKABAU: ANALISIS TATA BAHASA LEKSIKAL FUNGSIONAL. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.
|
Text
[revised fix] Riskia Sitti Velini_13020320420031_Final Tesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Bahasa Minangkabau (BM), seperti bahasa lainnya yang ada, mengenal adanya
Fungsi Gramatikal. Salah satu di antaranya adalah fungsi non-argumen adjung.
Fungsi adjung dalam BM memiliki beberapa bentuk yang berbeda, seperti adjung
yang berbentuk Frasa Adjektiva dan Frasa Preposisi. Masing-masing bentuk adjung
ini memiliki perbedaan karakteristik serta posisi dalam sebuah klausa. Penelitian
ini membahas fungsi non argumen adjung dalam bahasa Minangkabau (BM)
menggunakan pendekatan Tata Bahasa Leksikal Fungsional. Penelitian ini
bertujuan untuk (1) mengelaborasi dan menjelaskan bentuk adjung tertutup (ADJ)
dan adjung terbuka (XADJ) dalam BM, (2) mendeskripsikan dan menggambarkan
struktur konstituen adjung dalam BM dan (3) mendeskripsikan dan
menggambarkan struktur fungsional adjung dalam BM. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data lisan dalam penelitian ini diperoleh dari
tuturan penutur asli bahasa Minangkabau. Sementara itu data tulisan didapatkan
dari buku cerita rakyat Minangkabau. Data dikumpulkan dengan menggunakan
metode observasi, metode introspeksi dan wawancara dengan menggunakan teknik
simak bebas libat cakap, teknik pancing, teknik catat dan rekam. Sementara itu
untuk sumber data tulisan dikumpulkan dengan menggunakan metode pustaka dan
teknik catat. Data analisis dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode
agih dan metode kontrastif dan komparatif. Teknik analisis data yang digunakan
adalah teknik bagi unsur langung dan teknik lesap. Analisis data disajikan dengan
metode penyajian formal dan informal. Hasil penelitian membuktikan bahwa
bahasa Minangkabau mengenal dua jenis adjung yaitu adjung tertutup (ADJ) dan
adjung terbuka (XADJ). Terdapat lima bentuk ADJ yang ditemukan dalam bahasa
Minangkabau yaitu (1) ADJ yang berbentuk Frasa Preposisi, (2) ADJ yang
berbentuk Frasa Adjektival, (3) ADJ yang berbentuk Frasa Adverbia, (4) ADJ yang
berbentuk Frasa Determiner dan (5) ADJ yang berbentuk klausa. Masing-masing
bentuk ADJ memiliki karakteristik serta perbedaan posisi dalam kalimat.
Sementara itu fungsi XADJ dalam bahasa Minangkabau hanya terdiri dari satu
bentuk yaitu XADJ yang berbentuk Frasa Verba. Lebih lanjut, XADJ dalam bahasa
Minangkabau muncul dalam bentuk verba serial. Dalam representasi struktur
konstituen, ADJ dapat berada di simpul yang sama pada simpul yang membawa
informasi subjek maupun predikat. Sementara itu XADJ berada pada simpul yang
sama dengan frasa verba saja. Dalam representasi struktur fungsional, baik ADJ
maupun XADJ bukan merupakan fitur yang dibutuhkan oleh predikat sehingga
representasinya memiliki fitur serta nilai yang bersifat opsional.
Kata Kunci: Bahasa Minangkabau, Adjung Terbuka, Adjung Tertutup, Struktur
Konstituen, Struktur Fungsional
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | Humanities |
| Divisions: | Faculty of Humanities > Magister of Linguistic |
| Depositing User: | Tugirin |
| Date Deposited: | 06 Nov 2025 02:35 |
| Last Modified: | 06 Nov 2025 02:35 |
| URI: | https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40672 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
