Search for collections on Undip Repository

Perbandingan Penentuan Dosis Lensa Mata dan Kelenjar Tiroid Pada Pemeriksaan CT Kepala Menggunakan Dosimeter Optically Stimulated Luminescence dan Perangkat Lunak Indosect Untuk Mode Pemindaian Axial dan Helical

Helmiza, Fitria (2025) Perbandingan Penentuan Dosis Lensa Mata dan Kelenjar Tiroid Pada Pemeriksaan CT Kepala Menggunakan Dosimeter Optically Stimulated Luminescence dan Perangkat Lunak Indosect Untuk Mode Pemindaian Axial dan Helical. Masters thesis, Fakultas Sains dan Matematika Undip.

[thumbnail of Fitria Helmiza.zip] Archive
Fitria Helmiza.zip
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy
[thumbnail of 1. COVER.pdf] Text
1. COVER.pdf

Download (21kB)
[thumbnail of 8. ABSTRAK.pdf] Text
8. ABSTRAK.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of 9. ABSTRACT.pdf] Text
9. ABSTRACT.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of 10. DAFTAR ISI.pdf] Text
10. DAFTAR ISI.pdf

Download (197kB)
[thumbnail of 15. BAB I PENDAHULUAN.pdf] Text
15. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (18kB)

Abstract

Pemeriksaan Computed Tomography (CT) kepala merupakan prosedur
diagnostik yang melibatkan paparan radiasi ionisasi, yang dapat memberikan risiko
signifikan terhadap organ-organ radiosensitif seperti lensa mata dan kelenjar tiroid.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dosis radiasi yang diterima oleh
kedua organ tersebut pada mode pemindaian axial dan helical menggunakan dua
metode pendekatan: pengukuran langsung dengan dosimeter Optically Stimulated
Luminescence Dosimeter (OSLD) dan estimasi berbasis perangkat lunak IndoseCT.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan phantom kepala antropomorfik dan alat
pemindai CT scan Siemens Somatom go.Top, dengan variasi arus tabung sebesar
100, 200, dan 300 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mode axial
menghasilkan nilai CTDIvol dan SSDE yang lebih tinggi dibandingkan mode
helical, baik berdasarkan diameter efektif (Deff) maupun diameter ekuivalen air
(Dw). Dosis radiasi yang diukur secara langsung dengan OSLD dan yang diestimasi
menggunakan IndoseCT menunjukkan tren peningkatan seiring kenaikan arus
tabung, serta perbedaan rerata dosis sebesar 0,42 antara kedua metode. Mode
helical terbukti memberikan dosis lebih rendah pada lensa mata dan kelenjar tiroid
dibandingkan axial, didukung oleh sistem modifikasi arus otomatis (CARE
Dose4D) dan teknik distribusi eksposur yang lebih efisien. Validasi estimasi
IndoseCT terhadap hasil pengukuran OSLD memperlihatkan bahwa perangkat
lunak tersebut memiliki potensi sebagai alat bantu prediktif dosis organ dalam
praktik klinis, meskipun masih diperlukan koreksi berbasis pengukuran langsung.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan
protokol pencitraan CT yang lebih aman serta peningkatan proteksi radiasi terhadap
organ kritis pasien.
Kata Kunci: CT scan kepala, OSLD, IndoseCT, dosis radiasi, lensa mata, kelenjar
tiroid, axial, helical, proteksi radiasi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Sciences and Mathemathic
Divisions: Faculty of Science and Mathematics > Master Program in Physics
Depositing User: Suhersi Rahmadhani
Date Deposited: 04 Nov 2025 07:26
Last Modified: 04 Nov 2025 07:26
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40625

Actions (login required)

View Item View Item