Search for collections on Undip Repository

FENOMENA SOSIAL TINDAKAN BUNUH DIRI DALAM FILM PENDEK LAMUN SUMELANG: ANALISIS TEORI BUNUH DIRI EMILE DURKHEIM

Priyambodho, Anang (2023) FENOMENA SOSIAL TINDAKAN BUNUH DIRI DALAM FILM PENDEK LAMUN SUMELANG: ANALISIS TEORI BUNUH DIRI EMILE DURKHEIM. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Budaya.

[thumbnail of Skripsi-Anang Priyambodho-13010119130029.pdf] Text
Skripsi-Anang Priyambodho-13010119130029.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Film pendek Lamun Sumelang mengangkat isu bunuh diri yang ada di Kabupaten
Gunugkidul, Yogyakarta. Isu tersebut penting untuk dikaji sebab berkaitan dengan
fenomena sosial yang juga relevan di masyarakat sekarang. Penelitian ini memiliki
objek material berupa film pendek berjudul Lamun Sumelang karya Ludy Oji
Prastama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena sosial di balik
kasus bunuh diri yang tersubstansi baik dalam film tersebut maupun di Kabupaten
Gunungkidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah
metode kualitatif. Sedangkan teori yang digunakan yaitu teori struktur naratif film,
sosiologi sastra, dan bunuh diri Emile Durkheim. Teori struktur naratif film berguna
dalam mengungkap unsur naratif berkaitan dengan wacana yang diteliti. Adapun
teori sosiologi sastra digunakan untuk menyingkap aspek sosial yang melingkupi
cerita di dalam film serta realitas di dunia nyata, sedangkan teori bunuh diri
digunakan untuk menganalisis tipologi bunuh diri pada tokoh-tokoh di film
tersebut. Analisis struktur naratif film Lamun Sumelang menunjukkan elemen
waktu dan ruang yang memengaruhi jalannya plot dan penokohan dalam film
tersebut. Kedua unsur naratif tersebut menyiratkan situasi sosial yang berdampak
pada keputusan-keputusan tokoh di dalamnya. Hasil analisis tipologi bunuh diri
dalam film Lamun Sumelang memperlihatkan dua jenis bunuh diri, yakni egoistik
suicide dan altruistic suicide yang terjadi pada tokoh Parmin dan Marni. Jalan cerita
yang disuguhkan dalam film mengungkap bahwa terdapat tiga fenomena sosial
yang memengaruhi perilaku bunuh diri, yaitu kemiskinan, mitos pulung gantung,
dan budaya merantau. Adanya fenomena sosial tersebut mencerminkan realitas
yang ada di Gunungkidul, angka bunuh diri yang tinggi di sana tidak dapat terlepas
dari kondisi sosial-budaya yang melingkupi masyarakat.
Kata kunci: Bunuh diri, Gunungkidul, film, sosiologi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Humanities
Divisions: Faculty of Humanities > Department of Indonesian Literature
Depositing User: Tugirin
Date Deposited: 04 Nov 2025 05:46
Last Modified: 04 Nov 2025 05:46
URI: https://eprints2.undip.ac.id/id/eprint/40611

Actions (login required)

View Item View Item